Kondom di Baju Korban G30S, Milik Pierre Tendean atau PKI?

Minggu, 27 September 2020 – 16:00 WIB

Kondom di Baju Korban G30S, Milik Pierre Tendean atau PKI?

Kondom di Baju Korban G30S, Milik Pierre Tendean atau PKI?

JAKARTA, REQnews - Benedict Richard O'Gorman Anderson, Fred Bunnell dan Ruth McVey membuat kajian jurnal kudeta 30 September 1965. Kajian itu biasa disebut 'Cornell Paper', di mana judul asli jurnal itu adalah 'Analisis Awal Kudeta 1 Oktober 1965 di Indonesia'.

Cornell Paper menampilkan bukti visum et repertum resmi dari dokter RSPAD. Yakni mengungakp bahwa enam jenderal dan satu perwira TNI Angkatan Darat ditembak mati, bukan disiksa di sekitar kawasan Lubang Buaya, Jakarta.

Salah satunya mengungkap hasil VR (visum et repertum) Nomor H?109, visum miliki Kapten Anumerta TNI Pierre Andreas Tendean. Diketahui, Tendean merupakan satu-satunya orang yang mengorbankan namanya demi Jenderal AH Nasution.

Penelitian ini berdasarkan arsip berita, siaran radio, dokumen mahkamah militer, hingga wawancara beberapa sumber yang dinilai kredibel.

Teori di dalam Cornell Paper disepakati oleh sejarawan seperti W.F Wertheim, Coen Hotzappel, atau M.R Siregar. Menurut Cornell Paper, ada benda di kantung pierre saat meninggal, benda ini dihapuskan dari catatan sejarah, yakni kondom. 

"Karena itu, kami melakukan pemeriksaan yang lebih teliti lagi tentang hal ini.

Tapi, apa yang kami temukan malah kondom di kantong salah satu korban yang bukan

jenderal. Ada juga korban yang ditemukan tidak disunat. Kami periksa penis?penis para

korban dengan teliti. Jangankan terpotong, bahkan luka iris saja juga sama sekali tidak ada. Kami periksa benar itu, dan saya berani berkata itu benar. Itu faktanya," tulis Ben Anderson dalam penerbitan buku Cornell Paper. 

Informasi itu didapatnya dari Dr Lim Joe Thay, kemudian menggunakan nama sebagai Dr. Arif

Budianto. Dia adalah satu dari 5 orang dokter ahli yang melakukan autopsi atas jenazah Pierre Tendean. 

Berdasarkan hasil visum pemeriksaan luar ditemukan sebuah kondom di dalam baju flanel cokelatnya. Baju itu terlihat ada robekan di dekat leher dan bagian punggung, diduga akibat tembakan atau benda tajam saat melakukan penganiyayaan.

Tak hanya itu dalam buku tersebut tertulis, ditemukan sebuah sapu tangan hijau dengan garis merah dan putih di dalam saku kanan celana panjang.

Pertanyaannya, jika benar ditemukan kondom, dari mana Pierre Tendean mendapatkannya. Apalagi saat kejadian, almarhum tidak mengenakan baju dinas militer. 

Diketahui, bagi tentara pria Jerman pada abad ke-19, kondom sangat berarti bagi mereka. Tak hanya itu, dari tahun 1927 hingga 1931, semua tentara Amerika dibekali kondom.

Kondom masih dianggap sama penting dengan senjata di medan pertempuran.

Namun, mengutip pelbagai sumber, kondom mulai masuk ke Indonesia lewat program KB yang dibawa BKKBN. Yakni sekitar tahun 1970 dan sejak tahun 1987, Indonesia sudah memiliki pabrik kondom sendiri.

Benarkah kondom tersebut milik Tendean, atau milik PKI?