Bayarin Uang Kuliah, Alasan Mahasiswi DE Mau Ditidurin Kakek SA di Serpong

Minggu, 27 September 2020 – 18:33 WIB

Bayarin Uang Kuliah, Alasan Mahasiswi DE Mau Ditidurin Kakek SA di Serpong (Ilustrasi)

Bayarin Uang Kuliah, Alasan Mahasiswi DE Mau Ditidurin Kakek SA di Serpong (Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Masih ingat dengan seorang kakek SA dan mahasiswi DE yang terjaring razia di salah satu tempat penginapan di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel)?. Kabar terbaru, ternyata sang kakek kerap memberikan uang saku untuk DE.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel Muksin Al Fachry mengatakan bahwa hal itu dilakukan SA lantaran DE memang sudah tidak memiliki ayah.

"Dia (DE) sering dikasih uang saku buat kuliah. Ya mungkin karena bapak itu baik, dia suka," kata Muchsin kepada wartawan, Minggu 27 September 2020.

Muchsin pun mengungkapkan kalau SA dan DE bertetangga. SA juga sudah memiliki istri namun tidak tinggal serumah.

Muchsin tidak menyebutkan apakah DE biasa dihidupi oleh SA. "Nggak tahu ya, dia (DE) cuma bilang sering dikasih uang saku sama kakek ini untuk berangkat kuliah, uang untuk kuliah kadang," kata Muchsin.

"Tetanggaan mereka, bapak itu baik katanya, sering ngasih duit. Memang kebetulan saat ditanya (kakek itu), 'Bapak punya istri nggak?', katanya punya. Tapi istrinya beda rumah katanya," kata Muchsin.

Sebelumnya SA terjaring razia Satpol PP saat bersama dengan DE. Satpol PP awalnya menduga kakek dan mahasiswi itu tidak saling kenal. Namun saat ditelusuri lebih jauh ternyata keduanya sudah saling kenal sejak lama.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan, handphone-nya kita cek ternyata mereka memang sudah mengenal lama bahkan saya periksa si gadisnya bilang dia kenal dari kecil. Lalu dia sudah melakukan hubungan ini sudah 1 tahun, keluarganya tidak tahu," kata Muchsin.

"Akhirnya saya tanya perempuannya, 'Kamu mau jadi istrinya nggak? Ngapain begini mulu'. (Dijawab) 'Iya bang, nggak apa-apa saya jadi istrinya'. (Saya tanya) 'Tapi dia sudah kakek-kakek lho?'. (Kata dia) 'Nggak apa-apa' katanya, 'dia baik'," ujar Muchsin.

Muchsin pun mendorong agar si kakek menikahi mahasiswi itu. Persoalan ini pun berlanjut secara kekeluargaan antara si kakek dengan mahasiswi tersebut.

"Kakeknya kita tanya juga, 'Pak mau dia jadiin istri?'. (Jawabnya) 'Mau'. Ya sudah akhirnya kita panggil orang tuanya (DE), mereka silakan meneruskan obrolannya di rumah mereka," ujar Muchsin.