3 Alasan Kenapa Kamu Tidak Perlu Nonton Film G30S/PKI

Selasa, 29 September 2020 – 07:03 WIB

Film Pengkhianatan G30S/PKI

Film Pengkhianatan G30S/PKI

JAKARTA, REQnews - Jelang 30 September, biasanya ramai stasiun televisi menayangkan kembali film Pengkhianatan G30S/PKI, atau peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia tahun 1965.

Film yang isinya menggambarkan kekejaman PKI terhadap bangsa Indonesia, terutama pembunuhan para jenderal ini bolehlah dijadikan salah satu referensi. Namun, tidak wajib untuk ditonton.

Malah, sebaiknya kamu tidak menontonnya sama sekali. Setidaknya ada tiga alasan besar, kenapa kamu tak perlu menyaksikan film ini, berikut penjelasannya.

1. Sejarah Tunggal

Rakyat Indonesia tahu benar, pemberontakan PKI terjadi pada 30 September 1965. Pasca itu, PKI ditumpas, lalu naiklah Soeharto sebagai Presiden RI menggantikan Soekarno. Namun, sebagai pengingat, film ini dibuat dari sumber sejarah tunggal versi Orde Baru. Sementara saksi dari pihak PKI untuk bercerita bagaimana kisah ini dari sisi mereka, sama sekali tidak diperbolehkan. Sepakatkah kalian ini layak disebut monopoli sejarah?

2. Banyak Referensi Lain

Sudah saatnya meninggalkan sejarah yang dimonopoli penguasa pada masanya. Salah satunya adalah kisah pengkhianatan PKI ini. Bukan menafikkan perbuatan partai komunis tersebut, namun, sebagai orang-orang terdidik, alangkah baiknya kamu membaca atau mengamati sumber yang berbeda. Barangkali, kamu menemukan fakta lain daripada yang digambarkan dalam film, menemukan sudut pandang baru, dan punya penilaian sendiri atas peristiwa tragis ini.

3. Covid-19

Daripada kamu mengisi hari-harimu dengan film yang menayangkan kekerasan, lebih baik kamu nonton tayangan yang menggembirakan. Ingat loh, film-film berunsur kekerasan bisa membuat kamu gelisah, lalu imun menurun, dan sudah pasti virus seperti Covid-19 jadi gampang menular. Kamu gak mau kan, diisolasi 14 hari karena bela-belain nonton film ini?