Profil Dua Jenderal yang Gagalkan Deklarasi KAMI Gatot Cs, Ada Irjen Fadil Imran

Selasa, 29 September 2020 – 09:30 WIB

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) gagal total. Direktur Eksekutif Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana pun menyebut bahwa dua pimpinan Polda yang menolak adanya deklarasi itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991.

“Mestinya Kapolda Jatim & NTB bisa jelaskn knp deklarasi KAMI tdk bs di Sby & Mataram, sdgkan kota lain meski ada aksi pnolakan ttp bs jalan. Ini soal prinsip2 dmokrasi. Aplg bpk2 Kapolda sm2 lulusan 91,” katanya di akun Twitternya, Senin 28 September 2020..

“Juga pak Kapolres Sby mantan ajudan Pres Jokowi. Mestinya Sby kondusif demokrasi,” kata dia lagi.

Siapa saja dua jenderal Polri lulusan Akpol 1991 yang menolak deklarasi Gatot Nurmantyo Cs? Mereka adalah Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran dan Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal. 

Berikut biodata kedua jenderal Polri tersebut:

1. Irjen Pol Fadil Imran, M.Si. (lahir di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1968; umur 52 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 3 Februari 2017 menjabat sebagai Dirtipid Siber Bareskrim Polri.

Lulusan Akpol 1991 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wadirtipideksus Bareskrim Polri.

Riwayat Jabatan

Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya

Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008)

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009)

Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2011)

Dirreskrimum Polda Kepri (2011)

Kapolres Metro Jakbar[1](2013)

Anjak Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri (2015)

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016)

Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2016)

Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017)

2. Irjen Pol Muhammad Iqbal, S.I.K., M.H. (lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 4 Juli 1970; umur 50 tahun) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat.

Riwayat Jabatan

Pamapta Polresta Banjarmasin Polda Kalselteng (1992)

Wakasat Lantas Polresta Banjarmasin Polda Kalselteng (1993)

Kasat Lantas Polres Kota Baru Polda Kalselteng (1994)

Guru Muda I Pusdik Lantas Polri Serpong, Tangerang (1996)

Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru Polda Riau (2000)

Wakapolresta Dumai Polda Riau (2003)

Koorspri Kapolda Riau (2004)

Koorspri Kapolda Jatim (2005)

Kasat Lantas Polwiltabes Surabaya Polda Jatim (2007)

Kapolres Gresik Polda Jatim (2008)

Kapolres Sidoarjo Polda Jatim (2009)

Wakapolwiltabes Surabaya Polda Jatim (2010)

Kepala SPN Lido Polda Metro Jaya (2011)

Kapolres Jakarta Utara Polda Metro Jaya (2012)

Kabid Humas Polda Metro Jaya (2015)

Analis Kebijakan Madya bidang Dalops Sops Polri (dalam rangka Sespimti)[2] (2016)

Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim (2016)

Karopenmas Divhumas Polri (2017)

Wakapolda Jawa Timur (2018)

Kepala Divisi Humas Polri (2018)

Kapolda Nusa Tenggara Barat (2020).