Adu Mulut dengan Haris Azhar, Anak Buah Yasonna Rasis Bawa Nama Jawa

Minggu, 04 Oktober 2020 – 12:00 WIB

Haris Azhar adu mulut dengan petugas Lapas Waingapu (Foto: Instagram Lokataru)

Haris Azhar adu mulut dengan petugas Lapas Waingapu (Foto: Instagram Lokataru)

JAKARTA, REQnews - Petugas Lapas Waingapu melarang penasihat hukum bertemu dengan klien. Peristiwa ini terjadi di Lapas Klas II A Waingapu, Sumba Timur, 1 Oktober 2020.

Mengutip akun Instagram Lokataru, @lokataru_indonesia, Minggu 4 Oktober 2020. Kejadian ini berawal saat penasihat hukum yang dipimpin Haris Azhar ingin menemui kliennya yang menjadi terdakwa kasus pencopotan tenda PT MSM.

Haris kala itu berniat mendampingi kliennya untuk menjalani sidang lanjutan pada pukul 15.30 WITA. Pendiri Lokataru Foundation ini pun datang ke lapas pada pukul 14.30 WITA.

Selaku Penasihat Hukum 3 warga Masyarakat Adat Marapu, Haris dilarang menemui Kliennya. Kedatangan Tim Penasihat Hukum disambut dengan suara tinggi anak buah Menkumham Yasonna Laoly tersebut yang melarang kunjungan dengan alasan bahwa Lapas sudah tutup.

Bila merujuk Pasal 70 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Penasihat Hukum memiliki hak untuk menghubungi dan berbicara dengan tersangka pada setiap tingkat pemeriksaan dan setiap waktu untuk kepentingan pembelaan perkaranya.

Selain itu, Pasal 54 KUHAP mengamanatkan bahwa guna kepentingan pembelaan, tersangka atau terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari penasihat hukum.

"Ini bukan Jawa pak, kau rekam saja," ketus sipir penjara itu

"Heh siapa yang bilang Jawa. Saya protes kenapa kamu bilang-bilang Jawa," balas Haris Azhar.

"Ini bukan Jawa, pulang sana. Jawa tuh pulang sampai jam 5. Ini bukan Jawa, saya bilang. Itu terserah kita mau pulang jam berapa!," ucap sipir itu lagi.

Pertanyaannya, apakah hukum di Waingapu Berbeda dengan di Jawa? Lalu apa yang sebenarnya terjadi?