Wejangan Komjen Arief Sulistyanto: Jadilah Teladan, Jangan Manfaatkan Kewenangan

Sabtu, 17 Oktober 2020 – 09:31 WIB

Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto (Foto: Istimewa)

Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jika nanti menjadi pemimpin harus bisa menjalankan misi yang dibebankan dan dipertanggungjawabkan. Itulah wejangan yang diberikan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Arief Sulistyanto kepada para peserta didik Sespimmen Dikreg ke-60 dan Sespimti Dikreg ke-29 pada Jumat 16 Oktober 2020.

Acara tersebut diikuti oleh 240 orang peserta yang berasal dari perwira menengah Polri berpangkat kompol dan AKBP dan siswa tamu dari TNI dan mancanegara. Sedangkan Sespimti adalah Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi yang tahun ini diikuti oleh 86 peserta, terdiri atas 68 pamen Polri berpangkat kombes, 17 pamen TNI berpangkat kolonel, dan 1 orang peserta dari kejaksaan.

"Sebenarnya menjadi pemimpin itu tidak melihat di mana Saudara akan ditugaskan. Menjadi pemimpin itu adalah bagaimana Saudara mampu menjalankan misi yang dibebankan atau yang dipertanggungjawabkan Saudara-saudara," kata Komjen Arief Sulistyanto dalam tayangan video. 

Menurut dia, pemimpin harus memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam leadership action. Ia menekankan seorang pemimpin harus menjadi contoh yang baik bagi anak buahnya.

Ia menambahkan, menjadi pemimpin itu memerlukan pembuktian kapasitas dan kapabilitas. Dalam leadership action, pemimpin adalah teladan, harus mengajak pada kebaikan.

Kalau pemimpin tidak jadi teladan, maka dia bukan pemimpin. Pemimpin, lanjutnya, tidak mengajak pada kebaikan itu juga itu bukan pemimpin.

"Pemimpin itu harus bisa jadi teladan dan berani mengajak pada kebaikan. Itu harus Saudara tunjukkan dalam mengelola organisasi yang akan Anda pimpin," ujarnya.

Pun ia berpesan kepada para peserta didik agar menjalankan tugas dan amanah yang diberikan. Ia meminta jika nanti jadi pemimpin tidak menyalahgunakan kewenangan.

"Jangan memanfaatkan kewenangan. Ketika Saudara diberi tanggung jawab sebagai pimpinan, Saudara harus menjalankan amanah yang harus Saudara pertanggungjawabkan. Jangan sampai salah menggunakan kewenangan itu," ucap Arief.

Selain itu, ia meminta para peserta didik terus belajar meski proses pendidikan Sespimmen dan Sespimti telah selesai. Ia mengibaratkan proses belajar itu tak boleh terhenti meski sampai ke liang lahat.

"Saudara-saudara, tanggal 22 Oktober nanti sudah sampai pada batas, batas pendidikan Saudara. Berlayar sampai ke pulau. Yang terpenting adalah belajarlah sampai liang lahat."

"Artinya, walaupun saat ini kalian sudah mendekati batas waktu pendidikan, tapi proses belajar itu tidak akan pernah berhenti. Proses belajar itu akan terus berlangsung sampai kita masuk ke liang lahat. Apa yang Saudara peroleh selama pendidikan sampai selesai nanti itu baru syarat formal, formalitas Saudara untuk menjadi bekal meniti karier di kemudian hari. Tapi yang paling penting adalah, setelah Saudara mengikuti pendidikan ini, apa yang akan Saudara-saudara lakukan untuk membuktikan bahwa Saudara memang betul bisa menjadi seorang pemimpin. Intinya itu menjadi pemimpin itu tidak mudah, bahwa menjadi pemimpin itu tidak cukup hanya dari aspek formalitas saja. Tapi menjadi pemimpin jitu perlu satu pembuktian, perlu satu proses yang ini tidak akan pernah berhenti sampai kita selesai hidup ini," kata dia.