Balada Gatot Nurmantyo, Keluar dari KAMI dan Nyapres di 2024

Minggu, 18 Oktober 2020 – 15:00 WIB

Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)

Gatot Nurmantyo (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jenderal Purn Gatot Nurmantyo kembali membuat pernyataan heboh. Usai memuji UU Cipta Kerja Omnibus Law, Gatot mengaku bakal keluar dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Eks Panglima TNI ini keluar dari KAMI jika menjadi partai politik. Ia beralasan, organisasi perkumpulan ini dibentuk dengan tujuan gerakan moral masyarakat Indonesia.

"Saya ulangi bahwa KAMI ini adalah kumpulan orang-orang yang berdasarkan moral. Jadi kalau politik itu berjuang untuk berkuasa, kalau KAMI berjuang untuk sebuah nilai," ujar Gatot dalam wawancara bersama Karni Ilyas, Jumat 16 Oktober lalu. 

KAMI tidak akan menjadi partai politik. Sebab, ucap Gatot, akan mengkhianati masyarakat yang tergabung dalam KAMI. "Kalau ini menjadi partai maka saya tegaskan di sini bahwa orang-orang KAMI, deklarator KAMI, presidium KAMI adalah mengkhianati kepercayaan rakyat," kata dia lagi.

Tak cuma dirinya, Gatot memastikan Din Syamsuddin akan keluar dari KAMI jika menjadi partai politik. "Dan yang pertama kali akan ke luar, saya akan keluar, Prof Din akan keluar, pasti itu. Karena tujuan KAMI bukan itu, hanya nilai-nilai saja," kata dia lagi.

Sebelumnya Gatot memuji isi UU Cipta Kerja yang menurutnya banyak positifnya. "UU ini saya tahu tujuannya sangat mulia karena dengan demikian investasi akan datang, kemudian roda ekonomi berputar, ekspor banyak, pajak masuk banyak kembali lagi ke masyarakat sehingga sandang pangan papan bisa (terpenuhi)," kata Gatot saat diskusi di akun YouTube Refly Harun berjudul Curhat Gatot. 

Gatot juga memuji Presiden Jokowi saat dirinya masih menjabat sebagai Panglima TNI. Kata dia, Jokowi sudah berusaha keras mencari cara mendongkrak volume investasi di Indonesia guna menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya.

Tapi, Jokowi melihat banyak kendalanya, khususnya aturan yang tumpang tindih. Karena itu Omnibus Law atau UU Cipta Kerja dinilainya menjadi solusi yang pas untuk memberikan kepastian bagi para pengusaha atau calon investor baru.

Sementara saat wawancara dengan Karni Ilyas dari tvOne, Gatot Nurmantyo menyebut sah-sah saja bila dirinya berkeinginan jadi calon presiden di Pilpres 2024, karena itu hak tiap warga negara. 

Gatot ditanya apakah berkeinginan menjadi calon presiden 2024 melalui Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). "Hal itu sah-sah saja kalau saya punya keinginan," ujar Gatot.

Tapi, menurut Gatot, situasi Indonesia saat ini tengah fokus menghadapi pandemi Covid-19. Maka tidak etis baginya jika sudah memikirkan akan maju calon presiden 2024, apalagi dengan menjadikan KAMI sebagai partai politik.

"Situasi bangsa seperti ini, menghadapi dua permasalahan yang sama-sama berat. Dan belum menemukan cara pasti untuk selamat dari dua ini, terus saya punya potensi, dan teman-teman punya preferensi, berfikir untuk 2024 saya katakan itu tidak etis," ujar Gatot.

Gatot berpandangan biarlah KAMI berjalan sebagai gerakan moral masyarakat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen bangsa yang tujuannya tidak lain untuk terwujudnya keadilan masyarakat Indonesia.

"Biarlah setelah ini berjalan, nanti kita berpikiran lagi. Tapi ini dulu yang kita presentasikan untuk bangsa dulu," katanya.