Fakta Baru Kasus Burung Kecil dan Loyo, Ternyata HF dan PM Cinlok di Pasar

Minggu, 18 Oktober 2020 – 22:00 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Masih ingat dengan kasus seorang suami melaporkan istrinya atas kasus pencemaran nama baik. Laporan itu dibuat HF lantaran sang istri, PM berkata ke tetangga dan pedagang pasar bahwa burung suaminya kecil dan loyo.

Mengutip pelbagai sumber, kisah cinta pasutri asal Probolinggo ini berawal dari cinlok alias cinta lokasi di pasar. HF merupakan seorang duda setelah istri pertamanya meninggal dunia, sedangkan PM menjanda setelah bercerai dengan suaminya.

Pertemuan keduanya berawal saat HF dan PM di pasar. Kala itu PM sebagai pedagang, dan HF sebagai kepala pasarnya.

Keduanya tampak sering ngobrol santai dan saling curhat satu sama lain. Dari pernikahan sebelumnya, keduanya sama-sama memiliki dua anak.

Namun sejak awal Agustus lalu, rumah tangga mereka retak. Tiba-tiba PM mengusir HF dan minta cerai.

PM melayangkan surat gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kraksaan. Tak hanya mengusir HF, PM juga mengirim beberapa SMS ke NH (50) yang masih kerabatnya.

Dua isi pesan singkatnya menerangkan bahwa burung HF kecil dan loyo. Sontak isu tersebut pun akhirnya menyebar ke banyak orang hingga membuat HF malu dan terpukul.

HF pun tanpa berpikir panjang melaporkan istrinya dan NH atas kasus pencemaran nama baik. "Berawal cinta lokasi (cinlok), dan sering ketemu saat HF berdinas, sedangkan PM sebagai pedagang di tempat kerja HF. Akhirnya melanjutkan ke pernikahan," kata kuasa hukum HF, Siti Zuroidah Amperawati, Minggu 18 Oktober 2020.

Siti berharap proses hukum terus berjalan. Meski ia tidak menutup kemungkinan bahwa kasus ini bisa saja diselesaikan dengan cara kekeluargaan. "Kami berharap jalan dulu proses hukum kasus pencemaran nama baik oleh istrinya sendiri. Sambil melihat langkah hukum apa yang akan dilakukan, apakah dilanjut apa jalur damai," ujarnya.