Tak Cuma Jokowi! Ini 8 Nama Tokoh Nasional yang Jadi Nama Jalan di Luar Negeri, Ada Munir

Selasa, 20 Oktober 2020 – 17:30 WIB

Jalan Munir di Belanda (Foto: Istimewa)

Jalan Munir di Belanda (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) cukup berbangga diri kala namanya dijadikan sebagai nama jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin 19 Oktober 2002. Momen bersejarah ini menambah deretan panjang tokoh-tokoh nasional Indonesia yang namanya dipakai negara lain sebagai sebuah nama jalan di luar negeri.

Lalu siapa saja tokoh-tokoh nasional maupun pahlawan yang namanya dipakai sebagai nama jalan? Berikut rangkuman REQnews dari berbagai sumber pada Selasa 20 Oktober 2020.

1. Presiden Ir Soekarno
Salah satu Proklamator Indonesia ini namanya diabadikan sebagai salah satu nama jalan di Maroko tepatnya di Kota Rabat, Ibukota Maroko. Jalan yang dikenal dengan nama Rue Soukarno ini diresmikan pada 2 Mei 1960, dan merupakan salah satu jalan utama di kota tersebut.

Negara di Afrika Utara itu merupakan negara jajahan Prancis dan baru merdeka pada 1956. Setahun sebelum menggapai kemerdekaan, Maroko diundang dalam Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung, Jawa Barat. Dari sinilah hubungan kedua negara tercipta. Setelah merdeka, ibu kota Maroko, Rabat, dikunjungi Sukarno pada 2 Mei 1960. Ia disambut oleh Raja Muhammad V, para menteri dan pembesar Maroko disertai militer dan korps diplomatik.

2. Wakil Presiden Mohammad Hatta

Nama Mohammad Hatta diabadikan sebagai nama jalan di Haarlem, Belanda, dengan sebutan Mohammed Hattastraat. Jalan ini berada di kawasan perumahan Zuiderpolder yang dibangun pada tahun 1987. Jalan Mohammad Hatta diresmikan pada 17 Februari 1987.

3. R.A Kartini
Tokoh perjuangan wanita asal Jepara ini menjadi nama jalan di Amsterdam Zuidoost atau yang dikenal dengan sebutan Bijlmer. Pemerintah setempat menyematkan nama jalan ini dengan nama Raden Adjeng Kartinistraat.

4. Syekh Yusuf

Selain Nelson Mandela, pahlawan lain yang diingat penduduk Cape Town adalah ulama asal Indonesia Syekh Yusuf. Bagi warga Cape Town, Syekh Yusuf dikenal sebagai sosok yang membangun komunitas Muslim di negara itu. Dia tidak hanya diakui sebagai ulama, tetapi juga pejuang bagi rakyat Afrika Selatan karena menentang penindasan dan perbedaan warna kulit.

Syekh Yusuf mendapat gelar sebagai pahlawan nasional pada 2005 oleh pemerintah Afrika Selatan. Daerah tempat tinggal Syekh Yusuf di Cape Town diberi nama sebagai kawasan Macassar untuk menghormati tempat asalnya. Ada Jalan Macassar dan Sheikh Yusuf Road (Jalan Syekh Yusuf) di Cape Town untuk mengenang tempat kelahiran dan nama Syekh Yusuf.

5.Pattimura
Nama thomas Matulessy, atau Pattimura (1783-1817) dijadikan nama jalan di Wierden, Pattimurastraat, pada 2011. Penyematan nama itu diusulkan oleh komunitas Maluku telah menetap di Wierden sejak beberapa dekade lalu.

Pattimura adalah seorang kelahiran Ambon yang memimpin pemberontakan terhadap pemerintah kolonial Hindia Belanda di Maluku. Pada 16 Mei 1817 ia memimpin penyerangan ke Benteng Duurstede di Saparua, Maluku, dan berhasil merebutnya.

6.Martha Christina Tiahahu (Martha C. Tiahahustraat)
Martha Christina Tiahahu (1800-1818) diabadikan sebagai Martha C. Tiahahustraat yang letaknya dapat ditemukan begitu keluar dari jalan Pattimurastraat, Wierden. Semasa hidupnya, ia tergabung bersama pasukan Pattimura dan ikut dalam beberapa pertempuran bersamanya.
Tiahahu meninggal di perjalanan pada usia 17 tahun. Seperti Pattimura, namanya harum sebagai tokoh perlawanan yang penting dalam komunitas masyarakat Maluku.

6.Munir eks Koordinator KontraS

Di kota pemerintahan, Den Haag ada jalan yang menyebut nama tokoh Indonesia yang bisa ditemui ialah Munir Said Thalib Al-Kathiri. ama Munir dijadikan nama jalan pada 2015 setelah empat tahun sebelumnya diajukan ke pemerintah kota Den Haag.

Jadilah nama Munirpad diberikan pada jalan setapak di lingkungan Martin Luther King-Laan, dekat Salvador Allende Straat dalam kompleks perumahan Den Haag.

''Munirpad. Munir Said Thalib 1965-2004, Indonesische voorvechter van de bescherming de rechten van de mens (Munir Said Thalib 1965-2004, Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia),'' begitulah tulisan yang tertera di plang nama jalan yang dipasang.

7.Sutan Sjahrir (Sjahrirstraat)
Nama Sutan Sjahrir (1909-1966) harum di Belanda sebagai seorang "ksatria politik terhormat dengan idealisme yang tinggi", sebagaimana disematkan oleh Wim Schermerhorn, mantan Perdana Menteri Belanda (1945-1966) pada 1966 sesaat setelah kematian Sjahrir.

Wim adalah sahabat dekat Sjahrir semenjak masa-masa mahasiswa di Belanda. Tercatat ada tiga kota di Belanda menyematkan nama Sjahrir. Di Leiden, kota bekas Sjahrir menimba ilmu, Sjahrirstraat membentang lurus bersinggungan dengan Gandhistraat sebelum tersambung ke Martin Luther Kingpad.

Di kota Gouda, ada Sjahrirsingel yang menyambungkan Sacharovstraat dengan Gandhiweg. Nama terakhir terletak di permukiman Zuiderpolder di Haarlem, Sutan Sjahrirstraat, dinamakan pada 1987, yang menyambungkan jalan Mohammed Hattastraat dengan Chris Soumokilstraat.

8.Irawan Soejono (Irawan Soejonostraat)
Ia seorang mahasiswa Indonesia yang datang ke Belanda pada tahun 1934 untuk menempuh studi di Universitas Leiden, dan ketika Perang Dunia II pecah dan Belanda diduduki Jerman (1940-1945) ia ikut melawan fasisme sebagai pasukan bawah tanah.

Namanya diabadikan oleh pemerintah Amsterdam pada 4 Mei 1990 di wilayah Osdorp sebagai Irawan Soejonostraat. Jalan itu menghubungkan Rudi Bloemgartensingel dan Trijn Hullemanlaan, juga diapit oleh Geertruida Van Lierstraat dan Jacob Paffstraat. (Sinta)