Resmi Ditahan, Ini Deretan Kontroversial Gus Nur Sebelum Meringkuk di Sel

Minggu, 25 Oktober 2020 – 20:00 WIB

Gus Nur (Foto: Istimewa)

Gus Nur (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Usai ditetapkan statusnya sebagai tersangka, Sugi Nur Raharja alias Gus Nur akhirnya resmi ditahan. Bareskrim Polri pun akan menahan tersangka kasus penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU) selama 20 hari ke depan.

“Iya ditahan 20 hari ke depan,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu 25 Oktober 2020.

Gus Nur sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penghinaan terhadap NU. Ia ditangkap di Malang pada Sabtu 24 Oktober 2020.

“Sudah jadi tersangka,” ujar Argo.

Gus Nur dilaporkan ke Bareskrim Polri atas kasus dugaan penghinaan terhadap Nahdatul Ulama (NU). Ia dilaporkan Ketua NU Cirebon bernama Azis Hakim.

Laporan tersebut diterima SPKT Bareskrim Polri dengan nomor LP/B/02596/X/2020/Bareskrim/ 21 Oktober. Dalam kasus ini, Gus Nur dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE, ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara. 

Saat ini tim penyidik tengah menyiapkan pemberkasan terhadap tersangka Sugik Nur Raharja agar bisa segera dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Profil Gus Nur

Pendakwah satu ini kerap melontarkan kritikan-kritikan pedas kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut pendapat Gus Nur, pemerintahan Jokowi penuh dengan kebohongan. “Tiada hari tanpa bohong, tiada hari tanpa nipu, tiada hari tanpa dusta. Jadi kalau ditanya gimana rezim ini, ya udah ga ada baiknya di mata saya. Jelek, laknatullah, ini saya, dan saya pertanggungjawabkan di hadapan Allah”, ungkap Gus Nur saat dirinya berbincang dengan Refly Harun di channel YouTube Refly Harun, pada Sabtu 17 Oktober lalu.

Nama Gus Nur pun kembali melejit dan viral dikarenakan menghina NU, Banser dan Ansor. Contohnya yaitu Gus Nur dalam fanpage-nya, memaki, menghina, dan melecehkan banser dengan ungkapan, “Banser, seragammu banser, hatimu iblis”. Selain itu, dirinya juga mengumpat, “lihat kebobrokan dalam NU, Ansor dan Banser bobrok. NU itu sakit, banser itu sakit".

Pria bernama lengkap Sugi Nur Raharja ini lahir di salah satu desa di Banten pada tanggal 11 Februari 1974 . Lalu pada usia 2 tahun, Gus Nur pindah ke Bantul, DI Yogjakarta.

Setelah itu Gus Nur pindah ke sebuah desa yang bernama Gempeng, kecamatan Bangil, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Gus Nur terkenal sebagai penulis dan pendakwah. Dirinya menjadi sorotan publik dan terkenal karena video-videonya yang banyak tersebar di dunia maya.

Pada 12 September 2018 yang lalu, Gus Nur diperiksa sebagai saksi terlapor atas kasus pencemaran nama baik Banser NU dan Anshor. Ia dituding melakukan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Pada hari pemeriksaannya di Polrestabes Surabaya tersebut, Gus Nur hadir didampingi oleh kuasa hukumnya dan sejumlah massa pendukung FPI. Kemudian pada Kamis, 27 September 2018 Gus Nur ditetapkan sebagai tersangka.

Ketua Umum DPP FPI, K.H. Ahmad Sobri Lubis mengatakan bahwa Indonesia sedang dilanda gempa bumi karena pemerintah mengkriminalisasi ulama, salah satunya kriminalisasi terhadap Gus Nur. Kemudian kasus penusukan Syekh Ali Jaber saat safari dakwah di Lampung pada 13 September 2020 lalu juga dikecam keras oleh Gus Nur. Gus Nur menuding bahwa pelaku penusukan yang teridentifikasi bernama Alfin Andrian bermental PKI.

Gus Nur juga sempat tertawa sinis merespons dugaan sementara yang menyebut pelaku yang berusia 24 tahun mengalami gangguan jiwa. Pasalnya, bukan baru kali ini saja kasus yang menimpa ulama disebut pelakunya merupakan orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.

Pun meminta Polri agar jangan percaya begitu saja dengan informasi orang tua Alfin, dan jangan sampai membuat pernyataan yang semakin membuat umat Islam marah. Gus Nur pun meminta aparat serta umat untuk membela ulama. Karena dirinya percaya bahwa suatu negara akan damai sejahtera bila melindungi ulama.