Oeang Republik Indonesia, Cikal Bakal Mata Uang Rupiah yang Jarang Diketahui

Jumat, 30 Oktober 2020 – 10:31 WIB

Uang ORI (Foto: Istimewa)

Uang ORI (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tepat 30 Oktober 74 tahun lalu, Oeang Republik Indonesia atau ORI resmi beredar ke publik. ORI adalah mata uang pertama yang dimiliki Republik Indonesia setelah merdeka.

Saat itu, pemerintah memandang perlu untuk mengeluarkan uang sendiri yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah tetapi juga sebagai lambang utama negara merdeka. Saat pertama kali beredar, ORI tampil dalam bentuk uang kertas bernominal satu sen dengan gambar muka keris terhunus dan gambar belakang teks UUD 1945.

Asal tahu saja, kala itu ORI ditandatangani Menteri Keuangan saat itu A.A Maramis. Pada hari itu juga dinyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi.

ORI pertama dicetak oleh Percetakan Canisius dengan desain sederhana dengan dua warna dan memakai pengaman serat halus. Presiden Soekarno menjadi tokoh yang paling sering tampil dalam desain uang kertas ORI.

Sementara uang kertas Seri ORI II yang terbit di Yogyakarta pada 1 Januari 1947, Seri ORI III di Yogyakarta pada 26 Juli 1947, Seri ORI Baru di Yogyakarta pada 17 Agustus 1949, dan Seri Republik Indonesia Serikat (RIS) di Jakarta pada 1 Januari 1950.

Meski masa peredaran ORI cukup singkat, tetapi ORI telah diterima di seluruh wilayah Republik Indonesia dan ikut menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah. Pada Mei 1946, saat suasana di Jakarta genting, maka Pemerintah RI memutuskan untuk melanjutkan pencetakan ORI di daerah pedalaman, seperti di Yogyakarta, Surakarta, dan Malang.

Namun peredaran ORI tersebut sangat terbatas dan tidak mencakup seluruh wilayah Republik Indonesia. Di Sumatra yang beredar adalah mata uang Jepang. Pada 8 April 1947 Gubernur Provinsi Sumatra mengeluarkan rupiah URIPS-Uang Republik Indonesia Provinsi Sumatra.

ORI