Keras! Rizal Ramli: Bohong dan Fitnah JK Luar Biasa!

Senin, 09 November 2020 – 10:02 WIB

Rizal Ramli (Foto:Istimewa)

Rizal Ramli (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ekonom dan tokoh politik Rizal Ramli mengeluarkan pernyataan keras terhadap Jusuf Kalla (JK). Mantan wakil presiden itu dinilainya telah menyampaikan sejumlah kebohongan dalam dialog dengan wartawan senior Karni Ilyas dalam program “Karni Ilyas Club”, Jumat 6 November 2020.

JK menyebutkan pada tahun 2004, di saat Presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang menyusun kabinet, nama Rizal Ramli tidak termasuk yang diperhitungkan. Bahkan ia mengaku jika Rizal tak pernah diajak SBY dalam pertemuan di Cikeas terkait penyusunan kabinetnya.

Mendengar ucapan itu, Rizal Ramli pun meradang dan memberikan klarifikasi. Menurutnya, dia dipanggil SBY ke Cikeas seminggu sebelum pelantikan Kabinet.

“Ternyata JK raja pembohong. SBY panggil RR ke Cikeas seminggu sebelum pelantikan kabinet,” tulis Rizal Ramli di akun Twitter pribadi miliknya, @RamliRizal.

"Ternyata tidak hanya puas KKN ria, ternyata juga doyan berbohong," tulisnya. 

Bahkan Rizal juga menyebut JK telah melakukan fitnah terhadap dirinya. "Bohong & fitnah JK luarbiasa ????????, " tulisnya lagi. 

Dalam pertemuan itu, dirinya dan SBY menandatangani kesepakatan yang di dalamnya menyebutkan Rizal Ramli akan membantu sebagai Menko Perekonomian.

“Besoknya setelah pelantikan Kabinet, SBY memanggil saya ke Istana, dan menceritakan JK yang mengganjal di injury time sampai (pengumuman kabinet) diundur tiga jam,” tulis Rizal Ramli.

Sementara dari penelusuran masih ditemukan jejak digital mengenai kehadiran Rizal Ramli di kediaman SBY di Cikeas pada masa itu. Program berita Liputan6 milik SCTV misalnya, menulis sebuah laporan yang bejudul “Rizal Ramli Ada di Cikeas” dinihari 19 Oktober 2004.

Di dalamnya tertulis bahwa seleksi calon menteri masih berlangsung di kediaman presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas Indah, Bogor, Jawa Barat. Pada Selasa 18 Oktober tahun yang sama, Rizal Ramli, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid terlihat di Cikeas.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Rizal Ramli datang ke Cikeas melalui pintu khusus.

Seperti dikutip RMOL, SBY dan Rizal Ramli pernah bersama-sama membantu pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri. Kala itu dirinya adalah Menko Perekonomian dan SBY menduduki posisi Menko Polhukam.

Konon, Gus Dur pernah meminta Rizal Ramli membantu SBY agar dapat menggantikan dirinya sebagai presiden. Kedua menko ini diinginkan Gus Dur menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden melalui Pilpres 2004.