Buru KKB Jenderal Andika Kirim Pasukan Siluman, Ini Kehebatannya

Selasa, 10 November 2020 – 17:02 WIB

Pasukan Tontaipur (Foto: Istimewa)

Pasukan Tontaipur (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali menembak mati prajurit TNI. Kali ini korbannya adalah Pratu Firdaus Kurniawan yang ditembak pada Jumat 6 November 2020.

Peristiwa itu terjadi saat prajurit Satgas Yonif Raider 400/BR itu disergap KKB Papua di Distrik Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua. Sementara Pratu Arbi kena tembak di betis kanannya.

TNI AD pun dikabarkan langsung mengerahkan tim Intai Tempur (Tontaipur) Kostrad untuk memburu KKB Papua. Dua Tim Taipur yang berasal dari Yonif Raider 400/BR TK Kotis Mamba dibentuk untuk memburu komplotan bersenjata itu hingga merangsek ke hutan pedalaman.

Sebagai informasi, tim Taipur Kostrad merupakan pasukan elite Peleton Intai Tempur (Tontaipur). Tontaipur merupakan pasukan andalan Kostrad TNI AD karena mampu bertempur di darat, laut dan udara.

Selain itu, masih banyak kemampuan lain Tontaipur bisa melakukan pengendapan, penyekatan, patroli jarak jauh hingga pertempuran berlarut. Pasukan ini ahli dalam dalam pengintaian dan pertempuran jarak dekat.

Tontaipur juga ahli menyusup ke wilayah musuh dan mengumpulkan info intelijen, melakukan sabotase, melakukan serangan dadakan, dan lainnya. Asal tahu saja, pasukan ini berada di bawah naungan Datasemen Intel Kostrad. 

Salah satu kemampuan yang harus dikuasai setiap prajurit Tontaipur adalah bersembunyi di dalam tanah dan air selama berjam-jam.

Ketika sedang berlatih mengubur diri, mereka hanya mengandalkan alat bantu pernapasan yang sederhana berupa pelepah daun pepaya atau batang dahan bambu.

Pasukan ini sangat terlatih untuk melakukan serbuan cepat, intelijen, gerilya dan anti- gerilya serta kemampuan sebagai layaknya pasukan elite. Salah satu kemampuan yang dimiliki Tontaipur adalah penggunaan senjata tradisional macam Sumpit.

Penggunaan sumpit ini berawal dari masa Kolonial. Saat itu sumpit senjata andal untuk pertempuran jarak dekat bagi suku Dayak Kalimantan yang memang memiliki keahlian menggunakan sumpit.

Tak hanya itu, mereka terlebih dulu mengikuti pelatihan Cakra sekitar tiga bulan. Yang terbaik akan mengikuti kualifikasi Raider empat bulan.