Perang Jenderal Dimulai, Irjen Napoleon Ngaku Dikorbankan Demi Kasus Ini

Senin, 23 November 2020 – 08:32 WIB

Irjen Napoleon Bonaparte (Foto: Istimewa)

Irjen Napoleon Bonaparte (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Irjen Pol Napoleon Bonaparte, akhirnya buka-bukaan mengenai kasusnya. Eks Kadiv Hubinter Polri itu sebelumnya pernah berjanji membongkar keganjilan di kasus pemberian red notice kepada buron Djoko Tjandra. 

Mengutip program AIMAN di Kompas TV Senin 23 November 2020 pukul 20.00.

"Tak pernah terpikir, seorang Jenderal dengan dua bintang harus ditahan di tempat mana ia justru menjebloskan tahanan lain atas berbagai kasus?" tanya Aiman. 

“Iya,” kata Irjen Napoleon. 

"Sejak saya masuk Akademi (Kepolisian),” ia melanjutkan, “selalu ada istilah polisi berdiri di atas dua kaki. Satu di atas kuburan, satu di atas Penjara."

"Jenderal Napoleon menerima uang Rp 6 miliar (dari Tommy Sumardi)?," tanya Aiman. 

"Itu tuduhan rekayasa yang dibuat oleh Tommy Sumardi. Tugas dialah yang harus membuktikan apa itu benar. Mari kita lihat di pengadilan, apa buktinya. Kita nanti bisa lihat keganjilan - keganjilan yang dia buat, termasuk fakta - fakta yang akan terungkap, " jawab Napoleon. 

"Siapa sih orang yang mau mengorbankan dirinya sendiri untuk masuk penjara. Hanya untuk menjatuhkan seorang Napoleon. Padahal dia tidak punya hubungan, (tidak) kenal pribadi dengan saya. Dari situ saja itu sudah tercium. Ia bukan orang yang dirugikan. Pasti kan ada dalangnya. Ada kepentingan yang lebih besar daripada saya," sambungnya lagi. 

"Apa untungnya mengorbankan Anda. Saya harus tanyakan untuk kepentingan seperti yang sekarang banyak diperbincangkan, bursa Kapolri misalnya, ada jauh dari situ. Anda bukan orang yang diperhitungkan. Kapolda saja Anda tidak pernah menempati kursi untuk daerah tipe A, misalnya," tanya Aiman. 

"Saya tidak pernah bilang ada yang diuntungkan. Itu publik mungkin lebih tahu. Pertanyaan bukan yang diuntungkan atau tidak diuntungkan. Tapi ada keganjilan. Tapi semua nanti akan terungkap di pengadilan."

Apakah ini terkait bursa calon Kapolri yang baru? "Saya belum bisa mengatakan hal itu," ujar Napoleon. 

"Untuk menutupi suatu perbuatan pidana."

"Nanti pengadilan yang akan menjawabnya. Saya ditempatkan di sini, bersama dengan penjahat narkoba, koruptor, bahkan bersama dengan orang yang saya tangkap bulan Juni lalu di Serbia, Maria Pauline Lumowa. Jeruji di sini tidak akan memakan badan dan mental saya," kata dia. 

Saksikan tayangan lengkapnya di Kompas TV, Senin, 23 November 2020, pukul 20.00 wib dalam program AIMAN.