Dijual Baim, Vernita Syabilla Ngaku Tarifnya Rp 20 Juta Sekali Gituan

Kamis, 26 November 2020 – 09:02 WIB

Vernita Syabilla (Foto:Istimewa)

Vernita Syabilla (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bersama Baim, artis Film Televisi (FTV) Vernita Syabila mengungkap tarif kencan lendirnya untuk sekali pakai. Ini menjawab keterlibatannya dalam kasus prostitusi di Bandar Lampung

Wanita yang juga penyanyi dangdut ini menyampaikan fakta itu dalam sidang telekonferensi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang pada Selasa 24 November lalu. 

Vernita bersaksi untuk sidang terdakwa bos muncikari prostitusi online Baban Supandi alias Baim. Ia mengakui dirinya menerima job dari Baim dan menyalurkan mengenalkan kepada kedua muncikari sebelumnya yakni Meilianita Nur (21) warga Jakarta Barat dan Maila Kaisa (31) warga Jawa Tengah.

Meilianita dan Maila sudah disidang terlebih dahulu sejak 21 Oktober 2020. Sementara Baim menjalani sidang perdananya kemarin.

Dalam sidang telekonferensi itu, Vernita mengaku mengenal Baim sekitar dua bulan. "Setelah terima tawaran kerja, saya berangkat ke Lampung bersama saksi Maila Kaesa pada 28 Juli 2020," kata Vernita dalam sidang tersebut.

Vernita melanjutkan, job yang ditawarkan oleh terdakwa Baim disepakati dengan tarif Rp 20 juta untuk sekali kencan.

"Saya ditawari untuk melayani. Rp 12 juta untuk saya, Baban itu 8 juta. Total 20 juta. Cara transaksinya ketemu di hotel. Baban dapat fee yang Rp 8 juta," ujat Vernita.

Majelis Hakim Ismail lantas bertanya maksud dari melayani itu apa? "Maksudnya untuk melayani lelaki hidung belang?," tanya majelis hakim.

"Iya," jawab Vernita.

Majelis hakim pun menanyakan ke Vernita apakah dirinya juga kenal dengan Kaesa. "Anda kenal dengan terdakwa lainnya Kaesa?," tanya hakim lagi.

"Saya kenal dengan dia. Dikenali oleh Baban. Saya terima bayaran dari dia, awalnya pakai DP dulu," kata Vernita.

Kembali majelis hakim pun menegaskan lagi ke Vernita, sebelum ditangkap polisi apakah dirinya sudah melayani pelanggannya itu.

"Tidak sama sekali. Sentuhan tangan pun tidak. Di dalam kamar 15 menit. Dari situ ada penggerebekan. Uang DP sudah masuk. Pas mau pindah kamar, uang DP sudah masuk 10 juta. Baim mengaku kalau sudah melayani, baru dikirim. Melalui saya Rp 20 juta, langsung ke saya. Dan nanti transfer ke Baban," kata Vernita.

Hakim sempat menanyakan apa yang dilakukan Vernita di dalam kamar hotel. Ia menjawab, cuma ngobrol-ngobrol.

Beberapa menit di dalam kamar polisi melakukan penggerebekan. Sementara Hakim Anggota Joni Butar-butar pun bertanya ke Vernita, apakah dia sering melakukan transaksi ini.

"Baru satu kali, di tempat lain transaksi sama (Baban) di Jakarta. Kalau di Lampung baru pertama kali," kata Vernita.

Vernita menyatakan tak mengenal pengusaha yang memesannya melalui terdakwa. "Namanya saya enggak kenal. 15 menit itu di kamar belum main, cuma main handphone. Memang diam juga pengusaha itu," kata Vernita.

JPU dalam kasus ini mendakwa Baim dengan pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan melibatkan Vernita Syabila. "Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang," kata JPU Yetti Munira dalam sidang perdana kasus ini, kemarin.

Dalam pasal tersebut, terdakwa bisa diancam pidana penjara paling lama enam tahun. Majelis hakim lantas bertanya kepada Baim terkait dakwaan tersebut.

Ia menjawab jika tidak berkeberatan. Dalam dakwaannya, JPU menyebut saksi korban Vernita Syabila menerima job yang ditawarkan saksi Maila Kaesa melalui terdakwa.

Job tersebut ditawarkan saksi Maila setelah melihat foto yang dijadikan status WhatsApp oleh terdakwa Baban pada 25 Juli 2020.

Kemudian saksi Maila menanyakan kepada terdakwa mengenai foto yang dijadikan status WhatsApp tersebut.

"Saksi Maila menjawab berapa? Dijawab terdakwa dua puluh juta rupiah dan terdakwa mengirim Foto Vernita Syabilla dengan tujuan untuk jasa seks (persetubuhan) ke saksi Maila Kaesa," ujar JPU Yetti Munira.

Dari percakapan antara terdakwa dan saksi Maila Kaisa, saksi korban Vernita mengiyakan tawaran job untuk terbang ke Lampung.

"Selanjutnya terdakwa menanyakan langsung ke saksi Vernita Syabila dengan isi chat, 'Neng bisa ke Lampung enggak' dan dijawab saksi Vernita 'Bisa kak'," kata Yetti.