IFBC Banner

Jarang Diketahui, Kapan Negara Lain Rayakan Hari Ibu?

Jumat, 11 Desember 2020 – 11:03 WIB

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Setiap tanggal 22 Desember, di Indonesia selalu diperingati sebagai Hari Ibu sejal tahun 1938.  Itu diputuskan pada Kongres Perempuan Indonesia III pada 22-27 Juli 1938 di Bandung.

Pemilihan 22 Desember juga bukan asal-asalan, melainkan bertepatan dengan diselenggarakannya Kongres Perempuan I pada 22 Desember 1928.

Jika di Indonesia terdapat Hari Ibu, apa di negara lain juga ada ya? Kira-kira maknanya apa? Kali ini tim REQnews merangkum cerita tentang hari ibu di berbagai negara, berikut ulasannya:

India

Hari Ibu di India diperingati setiap hari Minggu kedua di bulan Mei. Awalnya peringatan tersebut dimulai pada tahun 1908, ketika seorang perempuan bernama Anna Jarvis dari Amerika, mengadakan peringatan untuk kematian ibunya pada 1905, di sebuah gereja di Virginia Barat.

Anna berinisiasi untuk mengampanyekan peringatan Hari Ibu sebagai sebuah hari libur nasional. Tetapi, upaya tersebut sempat ditolak, hingga akhirnya diberlakukan sejak 1941. Ketika Hari Ibu tiba, banyak toko dan restoran di India menawarkan promo harga spesial untuk dapat menarik lebih banyak pelanggan.

Thailand

Hari Ibu di Thailand dipilih berdasarkan perayaan ulang tahun Ratu Sirkit pada 12 Agustus, yang juga dijadikan sebagai hari libur nasional. Sebagai peringatan, para ibu akan datang ke sekolah anaknya dan merayakannya bersama.

Para anak akan berlutut dan meneteskan air mata kasih sayang mereka dan memberikan ucapan pada kartu yang mereka buat sendiri. Selain itu, ada yang memberikan hadiah sebagai tanda terima kasih, biasanya berupa kalung atau rocean dari bunga melati yang memiliki makna hubungan ibu dan anak.

Qatar

Awalnya karena ada percampuran budaya Benua Asia-Eropa, Qatar memperingatinya setahun dua kali yaitu pada bulan Maret dan Mei. Budaya peringatan Hari Ibu awal mulanya diperkenalkan oleh orang Mesir.  Mereka seorang jurnalis yang bernama Mustafa dan seorang saudaranya bernama Ali Amin. 

Keduanya menuliskan sebuah kolom yang memilih satu hari sebagai waktu untuk menghargai sosok ibu. Tulisan tersebut pun populer, akhirnya pada 21 Maret dipilih sebagai Hari Ibu. Pertama kali dirayakan pada 1956 saat pemerintahan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser. 

Malawi

Tanggal 15 Oktober ditetapkan sebagai Hari Ibu, karena hari yang sama juga diperingati sebagai International Day of Rural Women, sebagaimana disebutkan dalam Public Holidays Africa.

Hari yang dimaknai sebagai bentuk penghargaan bagi ibu-ibu yang berjuang untuk keluarganya melawan kemiskinan. Latar belakang ini sesuai dengan kondisi Malawi yang masih terbelenggu kemiskinan.

Polandia

Pada 26 Mei, ditetapkan sebagai Hari Ibu di Polandia. Awalnya, peringatan Hari Ibu di Polandia yang disebut sebagai “Dzien Matki” dimulai pada 1900-an dan semakin populer saaat masa Perang Dunia II hingga kini. Biasanya sekolah-sekolah akan mengadakan acara khusus, para siswa menggambar bunga dan menuliskan pesan untuk sang ibu, sebagaimana kertas ucapan ini kemudian dikenal sebagai “laurka”.

Jika anak membuatkan laurka untuk sang ibu, maka ayah akan membeli kue atau bunga untuk diserahkan bersama laurka yang sudah dibuat oleh anak-anak mereka. Penyerahan itu dilakukan saat makan malam, ibu akan menjadi satu-satunya orang yang mendapat pelayanan khusus dari semua anggota keluarga.