Nih Cerita Tak Biasa, Saat Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo Robohkan Pohon Mistis

Kamis, 07 Januari 2021 – 02:02 WIB

 Suryo Prabowo (Foto:Istimewa)

Suryo Prabowo (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Siapa yang tidak kenal dengan Letjen TNI (Purn) Y Suryo Prabowo. Sosoknya yang ceplas ceplos dan berani memberikan kesan tersendiri. Saat ini Suryo Prabowo dipercaya menjadi Kepala Sekretariat KKIP.

Pria pemberani ini memiliki kisah tak biasa, ketika masih aktif menjadi anggota TNI, dia pernah merobohkan pohon mistis untuk pembukaan jalan

Kejadian tersebut terjadi sekitar akhir tahun 1980 dan cukup beken di kalangan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara.

pengalaman Letjen TNI Suryo Prabowo merobohkan pohon mistis ditulis dalam buku otobiografinya yang berjudul "Si Bengal Jadi Jenderal".

Sekitar akhir tahun 1980, Suryo Prabowo mendapat tugas untuk membuka jalan baru yang menghubungkan Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, dengan Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun.

Saat itu Suryo Prabowo menjabat sebagai Komandan Kompi Batalyon Zeni Tempur 1 Kodam 1/Bukit Barisan (BB).

Suryo Prabowo dan anak buahnya langsung turun ke hutan belantara untuk membabat pohon-pohon besar untuk membuka jalan.

19 orang prajurit Batalyon Zeni Tempur di bawah komando Suryo Prabowo, diturunkan. Di sini lah cerita mistis yang bikin merinding itu berawal.

Baca Juga: Kisah Tragis Mobil Patroli Tertabrak Kereta Api Brantas hingga 2 Polisi dan 1 TNI Meninggal Dunia, Jasad Pelka Eka Budi Sempat Hilang hingga Ditemukan Mengapung di Sungai

Anak buah Suryo Prabowo menemukan sebuah pohon tua yang sangat besar, dengan diameter kurang lebih 3 meter.

Untuk membuka jalan, tentu saja pohon besar itu harus ditebang.

Berbekal kapak, gergaji mesin, bahkan buldoser, para anak buah Suryo Prabowo ini awalnya optimis mampu menebang pohon tua itu.

Akan tetapi kapak dan gergaji besi sama sekali tak membuat pohon itu tergores sedikitpun.

Suryo Prabowo juga menyaksikan dengan mata kepala sendiri 19 anak buahnya mendadak mengalami demam setelah pulang dari hutan.

Suryo Prabowo pun turun tangan untuk menebang pohon itu tapi tetap gagal.

Merasa ada yang aneh, mantan Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan itu meminta salah satu anak buahnya untuk mencari orang pintar.

Menurut orang pintar, pohon itu ada penunggunya dan sang penunggu pohon meminta pesembahan berupa kepala dua ekor kerbau.

Suryo Prabowo pun dengan tegas menolak permintaan orang pintar itu.

Bukan tanpa alasan, sebab harga dua ekor kerbau saat itu sebesar Rp 1,2 juta.

Jelas, uangnya tak cukup untuk membeli dua ekor kerbau.

Suryo Prabowo pun memutar otak mencari cara agar pohon besar itu bisa dirobohkan.

Suryo Prabowo kemudian ingat ayahnya pernah bilang bahwa mahkluk halus seperti hantu takut dengan suara ledakan.

Tanpa pikir panjang, Suryo Prabowo memasang satu peti dinamit dengan berat mencapai 25 Kg untuk menghancurksan pohon itu.

Saat akan meledakkan pohon kejadian aneh terjadi. Pemicu bahan peledaknya tidak berfungsi dan membuat dinamit tidak meledak.

Tak kehabisan akal, Suryo Prabowo pun mencopot dua buah aki dari buldoser dan difungsikannya sebagai detonator.

Hasilnya, pohon mistis itu pun akhirnya roboh dan hancur berkeping-keping.