IFBC Banner

Youtube Hapus Video Orientasi CPNS Kominfo, Ceramah Ali Imron Jadi Penyebabnya?

Jumat, 08 Januari 2021 – 18:32 WIB

Ilustrasi Youtube (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Youtube (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Youtube baru-baru ini menghapus video yang diunggah saluran resmi Kementerian Komunikasi dan Informasi ( Kemkominfo ) pada Jumat 8 Januari 2021. Video itu dihapus lantaran acara orientasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) menghadirkan salah satu eks trio bomber kasus Bom Bali, Ali Imron.

Diketahui, orientasi daring CPNS itu di-take down secara keseluruhan. Video orientasi bertema Kominfo #AksiToleransi, "Menjaga Atmosfer Toleransi Orientasi CPNS Kominfo 2021". Kini video tersebut tidak bisa lagi diakses.

Sebelum dihapus, dalam video tersebut Ali Imron menjawab sejumlah pertanyaan dari para CPNS seputar terorisme. Misalnya, soal isu penggunaan kotak amal dan narkoba sebagai sumber pendanaan aksi teror di Indonesia.

"Masalah pendanaan yang kemudian pada beberapa bulan ini pihak kepolisian menemukan kotak-kotak amal yang diduga sebagai sumber pendanaan itu baru sekarang ini. Itu teroris memalukan, kenapa memunguti dari kotak amal," kata Ali. 

Pun ia menyampaikan ada beberapa hal yang perlu dikoreksi tentang tudingan adanya aksi teroris yang dibiayai dari kotak amal. "Disini saya koreksi, ketika kita nyebarkan kotak amal ini, saya kira kita semua tahu ini kan kotak amal niatnya baik buat kepentingan umum. Nah sekarang ada teroris nyebarkan kotak amat. Jelas itu teroris memalukan," kata Ali.

Ali pun mengenang saat sebelum melakukan aksi bom di Bali. Saat itu pihaknya mendapatkan dana dari Alqaeda sebesar 30 ribu USD.

"Pendanaan kami saat itu adalah uang saku, kemudian dari orang-orang yang membantu dari dalam maupun luar negeri sebesar 30 ribu USD, itu oleh Alqaeda dialokasikan untuk aksi jihad di Asia Tenggara," katanya.

Kemudian, Ali menanggapi tentang pengungkapkan kasus narkoba yang terjadi di Petamburan, Jakarta, yang kemudian oleh pihak kepolisian diduga akan digunakan sebagai sumber pendanaan teroris.

"Penemuan narkoba untuk pendanaan aksi teror, itu teroris eyel-eyel. Pendanaan teorirs seluruh dunia semua, sebetulnya dari orang-orang yang sama sepemikiran, di Arab banyak orang kaya. Ketika jihad di Afghanistan juga sama," katanya.

Maka dari itu, menurut Ali, sangat tepat jika rekening-rekening organisasi yang terindikasi ke organisasi teroris dilakukan pembekuan.

"Ada pembekuan terhadap rekening teroris itu benar, karena pendanaan itu dari orang-orang. Nah kalau ada kasus narkoba sebagai sumber pendanaan, ini teroris eyel-eyel atau abal-abal. Teroris mengharamkan narkoba. Teroris abal-abal itu, teroris yang menghalalkan segala cara, nggak ada itu teroris menggunakan narkoba sebagai sumber pendanaannya," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ali juga berpesan, kepada siapa saja yang sudah terpapar radikalisme, terorisme yang berafiliasi dengan Alqaeda, Jama'ah Islamiyah hingga ISIS, untuk mencari kebenaran dari Alquran.

Diketahui, Ali Imron merupakan satu dari trio bomber bersaudara dalam kasus Bom Bali , bersama Amrozi dan Ali Ghufron. Berbeda dengan para saudaranya yang dihukumati, Ali kini masih menjalani hukuman penjara seumur hidup.

Ali Imron mengaku sudah taubat, bahkan kerap menjadi corong pemerintah dalam upaya deradikalisasi melalui kegiatan-kegiatan seminar.