Cara Yudha Manggala Putra Tipu Pelanggan Grab Toko, Duit Dipakai untuk Ini

Rabu, 13 Januari 2021 – 07:32 WIB

Ilustrasi Grab Toko (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Grab Toko (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kasus penipuan secara jaringan diduga dilakukan oleh Grab Toko. Kini sang pemilik perusahaan jual beli itu, Yudha Manggala Putra ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 9 Januari 2021.

Menurut Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, pelaku diduga melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. " Yakni tindak pidana transfer dana/pencucian uang," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Selasa 12 Januari 2021.

Dalam modusnya, Yudha awalnya meminta bantuan pihak ketiga untuk membuat laman Grab Toko. Lewat situs itu, ia menawarkan berbagai macam barang elektronik dengan harga yang sangat murah sehingga menarik calon pembeli. Namun barang yang dibelanjakan pembelinya tak kunjung dikirim.

Menurut polisi, terdapat 980 pembeli yang telah berbelanja dari laman tersebut. Dari jumlah itu, hanya sembilan pembeli yang mendapatkan pesanannya.

Apabila ada konsumen yang bertanya mengapa pesanannya tak kunjung dikirim, Yudha telah mempekerjakan enam orang customer service yang bertugas meminta tambahan waktu pengiriman barang.

"Total kerugian ditaksir sekitar Rp 17 miliar dari pihak iklan dan pembeli," kata Direktur Tindak Pidana Diber Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Slamet Uliandi dalam keterangannya.

Selain itu pelaku juga diduga menginvestasikan uang hasil kejahatannya ke dalam bentuk cryptocurrency. Penyidik bakal menangani hal itu dalam berkas terpisah.

Yudha pun diduga melanggar Pasal 28 ayat 1 jo Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 82 dan/atau Pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Adapun ancaman hukumannya adalah penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sebelumnya, sejumlah konsumen di Indonesia mengaku telah ditipu oleh perusahaan jual beli barang Grab Toko.

Sebelumnya seorang pembeli, pada Rabu 6 Januari lalu menulis di akun Twitter, bahwa ia telah memesan dua buah iPhone 11 Pro 256 GB ke Grab Toko, masing-masing seharga Rp 11,5 juta.

Namun barang tak kunjung datang, sehingga total kerugian yang dideritanya mencapai Rp 23 juta.

Di hari yang sama, beredar tangkapan layar (screenshot) Instagram Story dari akun @grabtokoid, yang mengeklaim bahwa pihak investor secara diam-diam melarikan uang milik konsumen Grab Toko.

Seseorang yang mengaku Yudha Manggala Putra sebagai Managing Director PT Grab Toko Indonesia dalam pesan WhatsApp kepada pelanggan mengklaim telah melaporkan kasus penggelapan dana Grab Toko kepada pihak kepolisian.

"Kami akan mengembalikan uang konsumen secepatnya setelah melalui proses penyidikan oleh kepolisian. Sekali lagi, saya minta maaf atas kerugian yang ditimbulkan," begitu juga tulis akun Instagram @grabtokoid.

Namun, setelah itu, tidak ada keterangan lanjutan dari Grab Toko.