Komjen Listyo Sigit Jabat Kapolri, Siaga! Polisi Halal Diserang Teroris

Rabu, 13 Januari 2021 – 09:35 WIB

Komjen Listyo Sigit P (Foto: Istimewa)

Komjen Listyo Sigit P (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo diusung Presiden Joko Widodo sebagai salah satu calon Kapolri. Dia akan menggantikan Jenderal Pol Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun. 

Namun dipilihnya jenderal bintang tiga itu memunculkan kekhawatiran baru. Salah satunya meningkatnya kewaspadaan terhadap kelompok terorisme, mereka anti terhadap calon Kapolri.

Menurut Pakar Intelijen dan Terorisme Ridlwan Habib, dengan diusungnya nama Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, maka cenderung menjadi sasaran empuk kelompok teroris.

"Bagi kelompok seperti JAD atau MIT, (yang berpandangan) polisi halal diserang, apalagi polisi yang dipimpin seorang Katolik, tambah membuat mereka marah,” kata Ridlwan seperti dikutip dari Antara, Rabu 13 Januari 2021.

Namun terlepas dari asumsi tersebut, Ridlwan meyakini bahwa diusungnya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo. Di mana sebagai calon Kapolri merupakan langkah tepat yang dilakukan Jokowi berdasarkan pada faktor loyalitas dan profesionalisme.

Pasalnya, jika melakukan kilas balik pada tahun 2011 lalu, Komjen Sigit pernah menjabat sebagai ajudan Jokowi yang juga sebagai Kapolres Solo, ketika Jokowi menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Presiden perlu figur Kapolri yang terbiasa berkoordinasi dan sudah paham karakternya,” kata Ridlwan.

Selain itu, pengalaman Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Banten, menambah kemampuan Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam memahami berbagai macam organisasi masyarakat.

Bahkan menurut Ridlwan, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memiliki hubungan harmonis dengan sejumlah tokoh Islam. Hal tersebut ditunjukan bahwa sosok Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo pernah menjadi pembicaraan dalam Kursus Ketahanan Nasional DPP PKS yang dilaksanakan pada Februari 2020 lalu.

“Hubungan Listyo Sigit Prabowo dengan tokoh-tokoh umat Islam berjalan harmonis,” ujar Ridlwan yang merupakan Direktur The Indonesia Intelligence Institute.