Wali Nikah Tidak Hadir, Apakah Pernikahan Sah?

Kamis, 14 Januari 2021 – 20:31 WIB

Foto: Instagram indahpermatas

Foto: Instagram indahpermatas

JAKARTA, REQnews - Idealnya, pernikahan itu direstui setiap keluarga pasangan yang menikah. Bagaimana jika salah satu tak merestui? Salah satu contohnya seperti pernikahan selebriti yang baru-baru ini dilaksanakan tanpa restu dari ibunya.

Pernikahan selebriti Arie Kriting dan Indah Permatasari mungkin contoh menarik. Orang tua Indah tak merestui, tapi tak menghalangi pernikahan.

Muncul pertanyaan, apakah pernikaha tetap dapat dilakukan? Jika bisa dilakukan apakah sah secara hukum dan agama?

Setiap orang memiliki hak membentuk keluarga dan mempunyai keturunan. Hak itu dijamin oleh konstitusi.

Dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) Pasal 28b ayat (1) disebutkan: Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

Ditegaskan pula dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM) pasal 10 berbunyi:

(1) Setiap orang berhak membentuk suatu keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

(2) Perkawinan yang sah hanya dapat berlangsung atas kehendak bebas calon suami dan calon istri yang bersangkutan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

Kesimpulannya, tidak ada yang dapat menghalangi pernikahan seseorang karena itu merupakan hak asasi setiap individu.

Jika telah mencapai umur 21 tahun seseorang tidak perlu mendapat izin orang tua untuk melangsungkan perkawinan.

Berarti pernikahan Arie Untung dan Indah Permatasari sah dong secara hukum dan agama meskipun tidak mendapat restu?

Belum selesai. Yuk kita lanjut lagi.

Dalam UU Perkawinan ditentukan secara tegas bahwa suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya dan tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 14, rukun dan syarat melaksanakan perkawinan harus ada:

a. Calon suami

b. Calon Istri

c. Wali Nikah

d. Dua orang saksi, dan

e. Ijab dan kabul

Jadi, menurut hukum Islam perkawinan dikatakan sah jika memenuhi lima syarat tersebut.

Dalam kasus ini Arie Untung dan Indah, perkawinan tidak memenuhi syarat wali nikah.

Kalau begitu berarti ga bisa menikah?

Eitss tenang dulu. Pernikahan tetap dapat dilakukan dan sah secara hukum dan agama.

Dalam perkawinan, adanya wali nikah merupakan rukun yang harus dipenuhi bagi calon mempelai wanita yang bertindak untuk menikahkan. Namun jika memang orang tua menolak pernikahan ada langkah-langkah yang dapat dilakukan:

 

1. Wali Nasab.

Wali nasab terdiri dari empat kelompok yaitu:

1) kelompok kerabat laki-laki garis lurus ke atas yakni ayah, kakek dari pihak ayah dan seterusnya.

2 kelompok kerabat saudara laki-laki kandung, atau saudara laki-laki seayah, dan keturunan laki-laki mereka.

3) kelompok kerabat paman, yakni saudara laki-laki kandung ayah, saudara seayah dan keturunan laki-laki mereka.

4) kelompok saudara laki-laki kandung kakek, saudara laki-laki seayah kakek dan keturunan laki-laki mereka.


2. Wali Hakim

Wali hakim ialah wali nikah yang ditunjuk oleh Menteri Agama atau pejabat yang ditunjuk olehnya, yang diberi hak dan kewenangan untuk bertindak sebagai wali nikah. Wali hakim baru dapat bertindah sebagai wali nasab tidak ada atau adlal/ enggan.

Nah dalam kasus Indah, orangtua membuat surat wali nikah.

Surat keterangan wali nikah adalah surat yang diberikan untuk menerangkan seseorang yang dengan resmi ditunjuk sebagai seorang wali dalam pernikahan. Fungsi surat wali nikah adalah untuk menerangkan bahwa seorang benar ditunjuk sebagai wali nikah.

Nah, jadi kesimpulannya surat wali nikah mempunyai legalitas yaaa. Jadi pernikahan sah secara hukum dan agama.