Jeratan Pidana untuk Buzzer yang Asal Komentar di Medsos

Sabtu, 23 Januari 2021 – 10:02 WIB

Medsos (Foto: Istimewa)

Medsos (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sebagai negara demokrasi, Indonesia menjamin kebebasan berpendapat masyarakat di muka umum. Namun perlu dipahami bersama, kebebasan berpendapat bukanlah kebebasan yang sebebas-bebasnya.

Ingat, selain negara demokrasi, Indonesia adalah negara hukum. Artinya dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara kita dibatasi oleh koridor yang namanya hukum yang dimanifestasikan ke dalam bentuk peraturan/ undang-undang.

Kita memang diberikan hak oleh konstitusi yaitu hak untuk  berekspresi dan menyampaikan pendapat di muka umum. Namun kita juga mempunyai kewajiban yang sama untuk menyampaikan pikiran melalui lisan dan tulisan secara bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dibuatnya aturan tersebut agar kita tidak bertindak sesuka hati. Di era teknologi dan informasi saat ini, hampir mayoritas dari masyarakat di dunia bermain media sosial (medsos). Mulai dari instagram, facebook, twitter, youtube, line, LinkedIn, dan Tiktok. Dilengkapi dengan fitur like, unlike, berlangganan dan komentar membuat medsos terkadang menjadi tolak ukur sesuatu yang baik, tidak baik, pantas dan tidak pantas. Bahkan seringkali penggunanya juga lupa bahwa ada lho etika dalam berkomentar di medsos.

Asal kamu tahu, memberikan komentar yang mempermalukan atau menghina orang lain di medsos dapat membuatku mencicipi rasanya tinggal di bui (penjara) dengan ancaman maksimal 4 tahun.

Kedengaran sepele memang. Namun sudah banyak contoh orang-orang yang dipidana akibat tidak hati-hati dalam berkomentar.

Terkadang orang-orang yang berkomentar tanpa berpikir ini tidak sadar bahwa sedang atau sudah melakukan perbuatan pidana. Penghinaan melalui medsos termasuk delik aduan ya gaes.

Kalau semisal orang yang kamu komentarin tidak suka dengan komentar kamu, orang tersebut bisa melaporkan kamu ke penjara. Serem yaaa.

Masih gak percaya? Nih aturan hukumnya.

Pasal 27 ayat (3) UU ITE menyebutkan:

"Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik"

Kemudian di Pasal 45 Ayat (3): ".....sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan / atau denda paling banyak 750 juta rupiah."

So, mulai sekarang berpikir sebelum bertindak. Kalau dulu ada pepatah yang bilang mulutmu harimaumu, maka sekarang beralih ke jarimu harimau. 

Kita memang tidak bisa mengontrol jari orang lain. Tugas kita adalah mengontrol jari kita sendiri.