Nama Bekasi Viral di Media Internasional, Nih Sosok Lody Andrian Penyebabnya

Sabtu, 23 Januari 2021 – 15:30 WIB

Lody Andrian pria asal Bekasi yang viral di media asing (Foto: Istimewa)

Lody Andrian pria asal Bekasi yang viral di media asing (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Nama Bekasi kembali viral di media sosial bahkan media asing. Adalah seorang pria bernama Lody Andrian.

Ia berhasil menarik perhatian media asing karena perjuangannya merintis laman daring social crowdfunding bernama Bagirata.id, untuk warga yang terdampak pandemi. Pria 29 tahun ini membangun situs redistribusi keuangan yang dibuat untuk mengurangi beban orang-orang yang terdampak pandemi.

Mengutip Channel News Asia Sabtu 23 Januari 2021, ide awal pembuatan social crowdfunding ini sangat sederhana: orang yang mampu bertahan selama pandemi covid-19 berbagi pada orang yang masih membutuhkan bantuan.

"Karena semua orang bekerja dari rumah, orang tidak menghabiskan banyak uang untuk biaya pakaian, transportasi, hiburan dan makan di luar," kata Andrian pada CNA.

Pencinta musik heavy metal berambut gondrong ini menyebut jika laman crowdfunding peer-to-peer dan redistribusi kekayaan dibangun sejak pertengahan April 2020. Bagirata telah mendistribusikan lebih dari USD 37.000 atau sekitar Rp 521 juta pada hampir 1.500 orang, mulai dari seniman tato hingga figuran sinetron.

"Tujuannya adalah menyiapkan platform secepat mungkin. "Saya memutuskan untuk membuat sesuatu yang sederhana, menggunakan teknologi sederhana tetapi menyelesaikan pekerjaan dengan efektif," lanjutnya.

Hasilnya adalah laman daring yang ramping, ramah seluler, tanpa grafik yang menarik secara visual. Beranda Bagirata berisi informasi singkat tentang usaha sosial, kemudian memberikan opsi untuk mendaftar sebagai donor atau penerima.

Lody Andrian tak memiliki latar belakang gerakan sosial apa pun sebelum ia membangun Bagirata, namun ia selalu bersimpati pada mereka yang kurang beruntung. "Saya dulu sering bergaul dengan anak-anak kampung. Saya biasa bermain sepak bola dengan mereka," ujarnya.

"Tapi ketika kompleks perumahan saya berkembang, mereka terpaksa keluar dan rumah mereka diratakan untuk dijadikan rumah dan toko besar. Tiba-tiba teman-teman saya pergi. Saya tertarik pada proyek dengan dampak sosial yang positif," katanya.