IFBC Banner

Pamungkas Pakai Artwork Orang Lain Tanpa Izin, Bagaimana Aturan Hukum Hak Cipta?

Kamis, 04 Februari 2021 – 10:32 WIB

Pamungkas (Foto: Istimewa)

Pamungkas (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews- Salah satu penyanyi solois yang dikenal lewat lagu yang berjudul "Kenangan Manis", Pamungkas menjadi bahan perbincangan di jagat maya. Ini terjadi usai menggunakan artwork karya Baptiste Virot tanpa izin untuk sampul album terbarunya, Solipsism 2.0. 

IFBC Banner


Dalam artwork tersebut, dia tampak mengenakan kaca mata yang memperlihatkan gambar karya Baptiste Virot.

Mengaku hal yang dilakukannya adalah perbuatan yang salah, Pamungkas pun dengan cepat meminta maaf karena menggunakan karya orang lain seizin pemiliknya. 

Pernyataan itu ia sampaikan lewat video berdurasi dua menit lebih tiga belas detik yang diunggah akun Instagram label rekaman Mas Pam Records. Dia juga mengatakan telah menempuh jalur damai dan bersepakat untuk membeli hak cipta dari karya Baptiste Virot.

"We already settled things down with the artist. We bought the copyrights and the illustrations and we are in the good term". kata Pamungkas dalam video yang diunggah.

Mengapa Pamungkas harus meminta izin pemegang hak cipta jika ingin menggunakan karyanya?

Hak cipta diatur di dalam Pasal 1 angka 1 UU No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta). Disebutkan bahwa hak cipta adalah: 

Hak eksklusif bagi Pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pada prinsipnya, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 2 ayat (1) UU Hak Cipta, hak eksklusif atas suatu ciptaan timbul sejak saat suatu ciptaan itu dilahirkan. Tidak perlu menunggu dicatatkan atau didaftarkan terlebih dahulu baru dilindungi oleh hukum, melainkan sejak suatu karya lahir, maka otomatis dilindungi.

Maka, suatu hak eksklusif dari sebuah artwork (karya seni) akan timbul pada saat si pembuat meyelesaikan artwork yang ia buat.

Apa itu hak eksklusif :

Hak eksklusif adalah hak yang semata-mata diperuntukkan bagi pemegangnya sehingga tidak ada pihak lain yang boleh memanfaatkan hak tersebut tanpa izin pemegangnya.

Dalam pengertian “mengumumkan atau memperbanyak”, termasuk kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan Ciptaan kepada publik melalui sarana apa pun.

Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, desain, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase termasuk Ciptaan yang dilindungi lho.

Jadi, kalau pun hendak menggunakan atau memakai diwajibkan untuk meminta izin terlebih dahulu dari pencipta sekaligus pemegang hak cipta.

Memakai hak cipta orang lain tanpa seizin pemiliknya ada sanksi nya lho.

  •  Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf e, dan/atau huruf g untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  • Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) yang dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah).