Terungkap, Rahasia dari Arti Tbk pada Nama Perusahaan!

Jumat, 05 Februari 2021 – 11:32 WIB

Perusahaan Tbk (Foto: Istimewa)

Perusahaan Tbk (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kita pasti sering membaca atau melihat Perseroan Terbatas (PT) tetapi di akhir kata ada tulisan "Tbk".

Contohnya seperti ini:

  1. PT Astra International Tbk
  2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
  3. PT Gudang Garam Tbk
  4. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk
  5. PT Semen Indonesia Tbk
  6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk

Sebenarnya apa pengertian dari Tbk? Mengapa perusahaan dikatakan Tbk? Bagaimana prosedur menjadi PT Tbk? Berikut penjelasannya. 

Tbk merupakan singkatan dari terbuka. Artinya sebuah PT dengan akhiran Tbk adalah perseroan terbuka atau perusahaan publik. 

Ciri khas dari PT Tbk yakni, sahamnya terbuka untuk umum. Saham yang memiliki label terbuka akan diperjualbelikan secara umum pada masyarakat luas dan jumlah dari pemegang saham nya sendiri pun tidak dibatasi. 

Dilansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan Tbk adalah perusahaan perseroan terbatas dimana kepemilikan sahamnya dimiliki oleh minimal oleh 300 pemilik saham dan mengantongi modal minimal tiga milyar rupiah, sesuai peraturan pemerintah pusat.

Artinya, perusahaan Tbk adalah perusahaan yang mampu menjual saham dan obligasinya kepada masyarakat untuk menghimpun modal, dengan tujuan ekspansi bisnis atau proyek lain yang menguntungkan perusahaan.

Untuk memahami PT Tbk, kami memberi contoh sederhana berikut ini:

Ada tiga orang perempuan bernama Tia, Muji, dan Rani. Mereka ingin membentuk perusahaan dengan jenis PT yang bergerak di bidang tambang batu bara. Mereka membuat PT dengan nama PT Tambang Batu Bara Abadi. Tia menyetorkan modal 2 miliar, Muji 4 miliar, dan Rani 5 miliar. Total modal awal berjumlah 11 miliar. Proses pembentukan suatu perusahaan dibuat dihadapan notaris. Kepemilikan saham Tia sebesar 20%, Muji 40% dan Rani 50%. Perusahaan ini dinamakan perusahaan tertutup karena hanya dibentuk dan dimodali oleh tiga orang tersebut.

Setelah berjalan kurang lebih tiga tahun, PT Tambang Batu Bara Abadi ingin melakukan ekspansi. Ekspansi adalah aktivitas memperluas usaha yang ditandai dengan menciptakan pasar baru, perluasan fasilitasi, peningkatan ekonomi dan pertumbuhan dunia usaha. Tujuan dari ekspansi adalah menjadi lebih besar atau lebih luas.

Itu berarti PT Tambang Batu Bara Abadi membutuhkan modal yang besar. Misalnya 350 miliar. 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menambah modal:

  1. Pemodal awal (Tia, Muji, Rani) menambah modal
  2. Menerbitkan surat hilang atau obligasi
  3. Mencari tambahan pemodal baru
  4. Menjual saham ke publik

Untuk menjadikan sebuah perusahaan menjadi PT Tbk, maka PT Tambang Batu Bara Abadi memilih cara ke empat yakni menjual saham ke publik. Saat itulah, secara otomatis, PT mereka menjadi PT Tambang Batu Bara Abadi Tbk.

Menjual saham ke publik harus melalui bursa saham dengan cara IPO (Initial Public Offering). PT Tambang Batu Bara Abadi juga akan berurusan dengan Bursa Efek Indonesia(BEI).

Selain itu PT Tbk mempunyai kewajiban untuk melakukan pelaporan kepada BEI. Laporan tersebut mencakup laporan keuangan, kegiatan korporasi per kuartal, per semester, sampai per tahun. Proses pembuatan laporan keuangan yang lengkap tersebut biasanya memerlukan biaya yang banyak.

Perusahaan terbuka juga harus memastikan para investor tidak menjual sahamnya. Jika itu terjadi, maka saham di perusahaan tersebut akan anjlok dan tidak ada nilainya. 

Cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, setiap perusahaan Tbk harus menjaga hubungan baik dengan para investor. Misalnya, perusahaan selalu transparan dengan laporan keuangan.