Bongkar Mega Korupsi Jiwasraya-Asabri, ST Burhanuddin Dapat Sebutan Ini! Jangan Kaget Ya

Sabtu, 06 Februari 2021 – 08:32 WIB

Jaksa Agung, ST Burhanuddin di program Special Interview (Foto: Tangkapan Layar)

Jaksa Agung, ST Burhanuddin di program Special Interview (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, REQnews - Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin mendapat apresiasi dari masyarakat. Penyebabnya karena eks Jamdatun ini berani mengungkap kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri. 

"Kami tidak cari nama, tapi inilah kami melaksanakan tugas. Kalau masyarakat menilai, silahkan saja tapi kami tidak mencari untuk dinilai," ujar ST Burhanuddin dalam Program Special Interview di Berita Satu TV, Jumat 5 Februari 2021.

Tapi yang saya cari, lanjutnya, adalah bagaimana membangkitkan kepercayaan masyarakat lagi pada kejaksaan. "Alhamdulillah kalau ini memang langkah-langkah yang tujuannya agar menjadi bagus," kata dia.

Mengingat kerugian negara dalam kasus Jiwasraya dan Asabri menjadi rekor tertinggi yakni sebesar Rp 16,81 triliun dan Rp 23,7 triliun. Menurutnya, itu semua berkat tim Pidsus Kejaksaan yang memilikinya dedikasi tinggi. "Saya menaruh harapan terus ke depan," ujarnya.

Diketahui bahwa dalam dua kasus tersebut, menyeret nama Heru Hidayat dan Benny Tjokrosaputro menjadi tersangka dalam dua kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri. Sebelumnya, dalam kasus Jiwasraya dua pelaku tersebutsudah divonis oleh pengadilan.

“Dua orang ini pemain di saham. Semua orang pemain saham pasti kenal dengan dua orang ini. Dua orang ini sudah jagoannya di situ,” ujarnya.

Begitu kita lakukan tindakan, masih kata Burhanuddin, mereka pada kagum. "Mereka pada bilang ‘Hebat. Berani ya.’ Itu yang pertama kali saya dapatkan, 'berani ya.’ Itu mungkin karena mereka orang kuat, dua orang ini di pemain saham,” lanjutnya.

Burhanuddin pun melihat bahwa kedua tersangka itu merupakan pelaku utama dalam kasus Asabri dan Jiwasraya. Karena, kata dia, modus yang digunakan tidak terlalu jauh berbeda.

Ia pun bersyukur, para milenial sudah mulai masuk ke dunia saham. Yang artinya keadaan pasar saham di Indonesia sudah mulai kondusif dan normal.

“Alhamdulillah kondisi para pemain saham, boleh ditanya, menjadi lebih kondusif dan normal kembali. Milenial juga sudah mulai masuk, mungkin melihat kondisi saham mulai normal, tidak ada lagi goreng-menggoreng yang tidak karuan,” kata dia.