Akhir Kisah Siswi yang Putus Sekolah karena Gak Kuat Beli Kuota, Terselamatkan Berkat Sosok Bu Yani

Senin, 22 Februari 2021 – 16:02 WIB

Ayu, siswi yang pamit putus sekolah ke guru karena tak kuat beli kuota (Sumber: Tiktok)

Ayu, siswi yang pamit putus sekolah ke guru karena tak kuat beli kuota (Sumber: Tiktok)

JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu belakangan, kisah pilu tentang seorang siswi bernama Ayu di Sumatra Barat yang terpaksa putus sekolah lantaran tak kuat lagi membeli kuota, membuat banyak netizen terhenyak dan prihatin.

Kisah pilu Ayu dibagikan oleh seorang guru bernama Eva Yani lewat akun TikTok @evayanti1801. Dalam video unggahannya, tampak Yani mengunjungi rumah seorang muridnya.

"Perjuangan guru," kata Yani yang merupakan guru bahasa Inggris di sebuah sekolah di daerah Sumatera Barat.

Yani juga merupakan wali kelas yang kala itu sengaja mengadakan home visit bersama guru Bimbingan Konseling (BK) ke rumah salah satu murid lantaran siswi tersebut jarang hadir dan mengumpulkan tugas online.

Namun setibanya di rumah sang murid, Yani hanya bisa menjumpai ibunya.

"Kami memanggil-manggil, tapi si anak tak mau membukakan pintu. Ternyata beginilah keadaannya, dia tak mau menemui guru karena malu. Hanya ibunya yang menemui kami," kata Yani dalam videonya, dikutip Senin, 22 Februari 2021.

Ketika Yani dan guru BK pamit pulang, siswi tersebut mengirim pesan lewat WA. Ia mengaku pamit ingin putus sekolah karena tak ada biaya lagi untuk membeli kuota internet.

Bahkan siswi tersebut bercerita jika kini ia sudah bekerja lantaran ayahnya sudah tak sanggup lagi menghidupi keluarga seorang diri.

"Saya membalas chat dengan mengatakan kami guru-guru sangat berharap ia melanjutkan sekolahnya. Tugas-tugas yang belum dikumpulkan bisa diangsur mengerjakan, tak harus selesai seluruhnya, yang penting jangan sampai putus sekolah," kata Yani.

Unggahan Yani itu pun viral dan membuat banyak netizen sedih sekaligus prihatin pada kondisi bocah tersebut.

"Auto meneteskan air mata mengingat dulu putus sekolah karena gak ada biaya. Aku paham banget perasaan muridnya," kata akun @raraanissa1601

"Harusnya begini yang dilakukan, jangan hanya menyalahkan murid. Ini guru teladan, semangat wahai tenaga pengajar," komentar @lialauraa1.

Mengetahui kondisi sulit yang dihadapi sang murid, Yani pun melakukan berbagai upaya. Dalam unggahan video lain, ia terlihat datang lagi ke rumah siswinya itu.

Ia tak menyerah, membujuk lagi sang murid untuk mau bersekolah lagi. Yani pun menjelaskan bahwa sekolah hanya akan berlangsung 3 hari seminggu dan tanpa perlu menggunakan kuota.

Perjuangan Yani tak sia-sia. Sang murid, Ayu akhirnya mau kembali bersekolah.

"Terima kasih atas semua doa dan support teman-teman kepada kami dan siswa kami," kata Yani.