Geger Video Anggota DPRD Sebut Pemakaman Pasien Corona Seperti Anjing, Digeruduk Dikirimi Keranda!

Selasa, 23 Februari 2021 – 08:31 WIB

(Sumber: Instagram)

(Sumber: Instagram)

BANTUL, REQnews - Sebuah video yang memuat pernyataan kontoversial anggota DPRD Bantul soal pemakaman pasien Covid-19, mendadak viral dan menuai kegeraman publik.

Dalam video viral itu, si anggota DPRD menyamakan protokol pemakaman Covid-19 seperti pemakaman anjing.

"Mati lan urip iku kagungane Gusti. Ora opo-opo di-Covid-ke, opo-opo di-Covid-ke. Bar operasi kanker payudara, penyakit gula, mulih di-Covid-ke. Njur le mendem kaya mendem kirik. Seko dinas kesehatan entuk proyek do sakpenake dewe (Hidup dan mati itu urusannya Tuhan. Tidak ada apa-apa di-Covid-kan, apa-apa di-Covid-kan. Habis operasi kanker payudara, penyakit gula, pulang di-Covid-kan. Lalu menguburnya seperti mengubur anjing. Dari dinas kesehatan dapat proyek semaunya sendiri)," kata anggota DPRD dalam video tersebut, dikutip Selasa, 23 Februari 2021.

Hal ini tak pelak membuat banyak pihak geram dan tersinggung. Bahkan para relawan Covid-19 yang marah sampai menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Bantul, DIY dan menggelar aksi unjuk rasa di sana.

Para relawan yang terdiri dari anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Bantul, dan tim SAR Kabupaten Bantul datang membawa ambulans dan keranda mayat sebagai bentuk protes serta kritikan.

Para pengunjuk rasa pun meminta anggota DPRD Bantul yang bernama Supriyono itu untuk segera meminta maaf kepada publik.

Mereka menuntut permintaan maaf disiarkan di media massa dan media sosial. Jika tidak dilakukan, maka akan dilaporkan ke pihak berwajib atas tuduhan menebarkan berita bohong.

"Kita tunggu 1 x 24 jam supaya beliau meminta maaf secara terbuka melalui media massa maupun media sosial. Kalau selama 1 x 24 jam dia tidak minta maaf, kita akan mengambil langkah hukum. Kita laporkan karena dia sudah menghasut dan menebarkan berita bohong tentang aktivitas relawan," kata Ketua Relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Waljito.