Kolonel Paul Murka Lihat Praka MS Jadi Pengkhianat Bangsa, Ini Penyebabnya

Rabu, 24 Februari 2021 – 09:30 WIB

Ilustrasi KKB Papua (Foto: Istimewa)

Ilustrasi KKB Papua (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sejatinya sebagai prajurit, Praka MS setia dan menjaga NKRI dari segala bentuk ancaman. Namun demi rupiah, anggota TNI di Maluku tersebut tega menjadi pengkhianat bangsa dan melacurkan pangkatnya dengan menjual amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Tamtama di kesatuan Yonif 731 Masariku, Kodam XVI/Pattimura diduga terlibat menjual sebanyak 600 butir peluru kepada kelompok bersenjata secara tidak langsung. Informasi itu diamini Komandan Detasemen Polisi Militer (Kapomdam) Kodam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy.  

Kolonel Paul menjelaskan, Praka MS pun telah ditetapkan sebagai tersangka itu menjual amunisi kepada warga sipil. Diduga amunisi dari Praka MS itu kemudian dijual kembali hingga sampai ke tangan KKB di Papua.

Lalu bagaimana cara MS mendapatkan peluru tersebut? Yakni dengan cara mengumpulkannya sedikit demi sedikit pada saat latihan menembak.

“Jadi pada saat latihan menembak dia berusaha mengumpulkan munisi-munisi itu,” kata Paul di Mapolresta Pulau Ambon pada Selasa 23 Februari 2021.

Setelah mendapatkan peluru tersebut, lanjut Paul, Praka MS lalu pergi. Peluru itu lalu disembunyikan di sutau tempat. Keesokan paginya, baru peluru itu dia ambil.  

Trik tersangka ini pada saat latihan menembak dia pergi setelah mendapatkan munisi lalu dia ambil dia sembunyikan. Kemudian selesai latihan besok paginya dia datang kembali untuk mengambil amunisi yang dia sembunyikan.

Sampai saat ini, Kolonel Paul masih mendalami keteragan Praka MS, apakah aksi tersebut melibatkan rekan-rekannya yang lain atau tidak.

Meskipun Praka MS telah mengaku demikian, Kolonel Paul tak lantas percaya sepenuhnya begitu saja. Paul mengaku masih harus mendalaminya.

Menurutnya, Praka MS bisa saja mengumpulkan 200 butir peluru dengan modus yang dia lakukan sebagaimana keterangannya. Sementara 400 peluru sisanya masih dipertanyakan asalnya.

“Karena kami tidak bisa percaya itu semua dari latihan menembak. Kita juga tidak bisa percaya begitu saja bahwa dia bermain sendirian, jadi kami masih dalami mudah-mudahan nanti ada informasi lanjutan,” kata Paul.

Amunisi tersebut dijual oleh MS kepada warga sipil bernama AT. AT kemudian menjual kembali amunisi kepada warga sipil lainnya berinisial J.

Keduanya diperiksa setelah berhasil diringkus kepolisian. Dari hasil pemeriksaan, J diduga menjual amunisi ke pihak KKB di Papua. Sementara Praka MS ditahan di sel tahanan Denpom XVI Pattimura.

"Untuk yang bersangkutan saat ini sudah ditahan, karena tadi malam baru kami terima,” kata Paul.