5 Penembakan Sadis oleh Oknum Polri yang Bikin Pusing Jenderal Listyo Sigit

Jumat, 26 Februari 2021 – 08:32 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Bripka Cornelius Siahaan menembak mati tiga orang termasuk satu prajurit TNI AD di sebuag kafe daerah Cengkareng, Jakarta Barat pada Kamis 25 Februari 2021.

Aksi koboi yang dilakukan oleh Bripka CS  ini menambah deretan panjang kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi. Jelas ini merupakan 'PR' bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menertibkan anggotanya yang berperilaku menyimpang. 

REQnews.com pun merangkum lima kejadian penembakan yang pernah dilakukan oleh oknum polisi, sebagai berikut;

1. Penembakan DPO Judi di Solok Selatan

Brigadir KS ditetapkan sebagai tersangka, terkait dengan penembakan yang menewaskan tersangka DPO judi berinisial D (Deki Susanto) di Solok Selatan, Sumatra Barat, Rabu 27 Januari 2021, sekitar pukul 14:30 WIB.

Dalam kejadian itu, korban tewas usai kepalanya ditembak saat proses penangkapan. Brigadir KS pun dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara. 

2. Penembakan Enam Laskar Khusus FPI

Peristiwa tersebut terjadi saat Laskar Khusus FPI sedang melakukan pengawal terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Mereka ditembak mati oleh polisi di Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Senin 7 Desember 2020 dini hari.

Namun, hingga kini kasus tersebut belum usai. Untuk itu, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal Pol Agus Andrianto yang baru dilantik, berjanji akan segera menyelesaikan kasus yang terjadi pada Desember tahun lalu itu.

3. Oknum Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI

Bripka HE tembak Istrinya dan oknum Babinsa, Serda H di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pada Kamis 14 Mei 2020. Terkait kejadian itu, ia ditetapkan sebagai tersangka dan diproses secara pidana.

Atas peristiwa tersebut, sang istri menderita luka tembak pada bagian lutut, sementara Serda H menderita luka tembak pada dada kanan dan pangkal paha kanan dan meninggal dunia.

4. Brigadir Rangga Tembak Mati Bripka Rahmat

Polisi menetapkan Brigadir Rangga Tianto (RT), sebagai tersangka. Itu terkait dengan penembakan yang ia lakukan terhadap Bripka Rahmat Effendy, di Polsek Cimanggis, Depok, pada Kamis 25 Juli 2019.

Rahmat adalah anggota Subdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Ditlantas Polda Metro Jaya. Sedangkan Brigadir Rangga merupakan personel Baharkam Polri. Terkait hal itu, Rangga dikenai Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman 15 tahun penjara.

5. Penembakan Terhadap Mahasiswa UHO

Brigadir Polisi Abdul Malik (31), menjadi tersangka dalam kasus penembakan mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Himawan Randi (21), di sekitar gedung Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada 26 September 2019.

Karena kejadian itu, ia dituntut empat tahun penjara. Peristiwa tersebut terjadi saat mahasiswa kala itu tengah berunjuk rasa dalam rangkaian aksi #ReformasiDikorupsi.