Mengisi Ban dengan Nitrogen? Ini Dia Keuntungannya

Jumat, 05 Maret 2021 – 09:01 WIB

gambar ilustrasi

gambar ilustrasi

JAKARTA, REQnews - Jika ban kendaraan kurang angin, biasanya pengguna kendaraan bermotor akan mengisi angin biasanya dengan oksigen. Namun ada juga yang mengisi dengan nitrogen, yang saat ini mulai banyak digunakan.

Sebenarnya, oksigen dan nitrogren merupakan gas. Namun, penggunaan nitrogen lebih menunguntungkan. Dalam sifat ke-gas-an, nitrogen merupakan gas yang bermigrasi melalui ban karet dibandingkan oksigen.

Sifat nitrogen ini, membuat tekanan ban Anda akan menjadi lebih stabil dalam jangka panjang. Selain itu, nitrogen juga memiliki tekanan inflasi yang lebih konsisten ketika ban mengalami suhu tinggi. Inilah sebabnya pembalap menggunakan ban berisikan nitrogen.

Nitrogen, merupakan gas yang lebih tebal dibandingkan oksigen. Mobil penumpang juga bisa mendapatkan keuntungan dari tekanan yang lebh stabil. Tapi ada lagi, yaitu kelembapan air yang ada pada oksigen menjadi pengaruh buruk pada ban.

Air hadir sebagai uap bahkan cairan dalam ban, menyebabkan perubahan tekanan dengan perubahan suhu yang lebih signifikan daripada udara kering. Berikut ini beberapa keuntungan, mengisi ban dengan nitrogen.

1. Mengurangi suhu ban yang sedang melaju.
Meskipun ada beberapa versi dalam pernyataan ini, perbedaaanya berkaitan dengan kadar kelembapan inflasi gas daripada penggunan nitrogen. Bahkan, udara kompresi yang kering bisa menghasilkan ban yang lebih dingin. Hal ini sebenarnya lebih erat kaitannya dengan ban yang melaju dekat dengan beban maksimal atau kapasitas kecepatan mereka, seperti yang digunakan pada balapan.

2. Meningkatkan umur ban.
Suhu operasi sebuah ban berperan dalam seberapa cepat ban tersebut habis dimakan usia. Penurunan suhu pada kecepatan dan beban yang tinggi akan menguntungkan dengan mengurangi tenaga yang dibutuhkan ban untuk beroperasi. Nitrogen yang memberikan suhu yang lebih dingin mampu memberikan peningkatan umur ban dibandingkan oksigen.

3. Kehilangan tekanan lebih lambat dengan nitrogen.
Ban yang memiliki pori-pori akan membuat udara yang berada di dalamnya mendesak untuk keluar. Molekul oksigen sangat kecil sehingga ban yang diisi oksigen akan kehilangan 1-3 PSI setiap bulannya sebagai bagian dari permeasi. Permeasi adalah proses dimana molekul di udara terkompresi meremer melalui ban.

Karena struktur kimianya, nitrogen sedikit lebih lambat bocor dibandingkan udara/oksigen. Oleh karena tu, kehilangan tekanan ban akan menjadi lebih lambat. Namun bukan berarti dengan memakai nitrogen Anda bisa mengabaikan pemeriksaan tekanan ban. Nitrogen tidak mencegah pengurangan tekanan, hanya memperlambatnya.

4. Nitrogen tidak bereaksi dengan pelek logam atau bahan bakar.
Hal ini sesuai berkenaan dengan sifat buruk oksigen yang menghasilkan oksidasi sehingga membuat besi dan logam berkarat. Di sisi lain, sifat nitrogen tidak ada kaitannya dengan oksidasi atau pengkaratan. Jadi, bisa dibilang memakai nitrogen akan membuat pelek Anda bisa bertahan lebih lama dari karat.

Untuk menggunakan nitrogen untuk ban, Anda bisa mendapatkan penanganan yang lebih mudah dibandingkan memakai oksigen. Tapi perlu diingat, memakai nitrogen tidak serta merta membuat ban tahan selamanya. Anda masih harus tetap memperhatikan kesehatan dan perawatan ban Anda.