Jokowi Gencar Suarakan 'Benci Produk Luar Negeri', Tapi Kok Malah Impor 1,5 Juta Ton Beras?

Jumat, 05 Maret 2021 – 12:31 WIB

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi

JAKARTA, REQnews - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah akan segera mengimpor beras dalam jumlah 1 hingga 1,5 juta ton. Impor ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan agar harga beras dalam negeri tetap stabil.

"Salah satu yang penting adalah penyediaan beras dengan stok 1 juta -1,5 juta ton," kata Airlangga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dikutip Jumat, 5 Maret 2021.

Menurut Airlangga, ketersediaan beras harus dijaga, terlebih setelah pembagian bansos beras PPKM, pandemi Covid-19 dan juga antisipasi dampak banjir.

Selain beras, pemerintah juga berencana mengimpor puluhan ribu daging kerbau dan penyerap sapi siap potong dari peternak.

Pernyataan-pernyataan tersebut seolah bertolakbelakang dengan imbauan yang tengah gencar disuarakan Presiden Joko Widodo untuk mendukung produk dalam negeri.

Sebelumnya, presiden meminta warga mendukung produk Bangga Buatan Indonesia, pusat perbelanjaan, serta memberikan ruang bagi produk Indonesia khususnya UMKM.

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis, justru diisi dari brand-brand luar negeri. Ini harus mulai geser. Mereka digeser ke tempat yang tak strategis. Tempat yang strategis, yang baik, berikan untuk brand-brand lokal," kata Presiden Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi menyampaikan bahwa branding produk lokal harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibanding luar negeri dan menggaungkan untuk membenci produk dari luar negeri.

"Karena penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. 270 juta adalah pasar yang besar. Ajakan-ajakan untuk cinta produk kita sendiri harus terus digaungkan," kata Presiden Jokowi.

"Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri, bukan hanya cinta tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri," tandasnya.