IFBC Banner

Tolak Pembangunan PLTU Suralaya, Warga Banten Ramai-ramai Bikin Petisi

Rabu, 17 Maret 2021 – 09:34 WIB

Petisi penolakan pembangunan PLTU 9 & 10 di Banten (Foto: tangkapan layar)

Petisi penolakan pembangunan PLTU 9 & 10 di Banten (Foto: tangkapan layar)

BANTEN, REQnews - Pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 9 dan 10 di Suralaya, Banten, mendapat penolakan warga. Itu karena dampak buruk yang ditakuti masyarakat sekitar.

IFBC Banner


Masyarakat Banten pun membuat petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Dirut PLN Zulkifli Zaini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto. Serta PT Indo Raya Tenaga Special Purpose Company untuk proyek PLTU 9-10, agar menghentikan pembangunan proyek tersebut.

Petisi tersebut menjelaskan bahwa masyarakat Jakarta berlomba-lomba ingin mendapatkan langit yang biru dan udara yang bersih. Namun, warga Banten tidak bisa bernapas, karena kepungan puluhan PLTU yang memasok listrik ke Jakarta.

Padahal, banyak negara di dunia yang sudah mengurangi penggunaan batu bara karena krisis iklim yang makin parah. Sebagai contoh Belgia yang sudah tidak memakai batu bara sejak 2016, begitu juga dengan Swedia.

Namun, Indonesia justru semakin gencar menggunakannya, dan secara terus-menerus mendirikan PLTU. Salah satunya yaitu rencana pembangunan PLTU Jawa 9 & 10 di Banten. Tetapi nyatanya, suplai listrik ke Pulau Jawa dan Bali sudah kelebihan 41%. 

"Pembangunan PLTU tersebut bukannya akan membawa keuntungan. Namun, membawa kerugian, bagi masyarakat di Banten dan juga bagi negara," isi kutipan petisi, dikutip pada Rabu 17 Maret 2021.

Selain itu, pembangunan tersebut hanya akan menambah polusi udara. Karena, pembakaran batu bara akan menghasilkan polutan berbahaya.

Jika dibiarkan, bisa memberikan dampak serius bagi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Bahkan bisa memunculkan berbagai penyakit pernapasan. 

Kemudian, PLTU yang akan dibangun di Pantai Salira akan menghilangkan fungsi pantai tersebut sebagai ruang publik. Tempat yang biasanya menjadi sumber ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan, akan lenyap.

Pembangunan yang memaksakan tersebut justru akan menambah beban ekonomi pemerintah. "PLN yang sedang dalam keadaan sulit, tetap harus membayar hasil produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTU swasta lainnya."

Proyek tersebut jika dipaksakan tidak akan strategis. "Bahkan, berbahaya bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang, khususnya masyarakat Banten," isi kutipan petisi tersebut.