Soal Rumor Cinta Terlarang, Prof Muradi dan Era Setyowati Beda Pengakuan, Nahloh Mana yang Benar?

Kamis, 08 April 2021 – 16:31 WIB

Era Setyowati (Foto: Istimewa)

Era Setyowati (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Publik digegerkan dengan pengakuan model cantik Era Setyowati (ES) alias Sierra yang membongkar hubungan cinta terlarangnya dengan guru besar Unpad sekaligus Komisaris BUMN, Prof Muradi.

Era bahkan mengaku sudah punya anak dari hasil hubungan gelapnya dengan Prof Muradi. Namun pengakuan Era itu dibantah oleh Prof Muradi.

Era pun geram dan menuntut agar gurus besar yang juga Komisaris BUMN itu bertanggung jawab. Tak berharap banyak, Era hanya ingin Prof Muradi mengakui dan membiayai pendidikan anaknya hingga kuliah.

Hal ini diungkapkan oleh pengacara Era, Razman Arif Nasution saat menggelar konferensi pers di Balai Warga Apartemen Mediterania Palace Residence, kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Rabu, 7 April 2021.

"Satu pengakuan terhadap anak dan yang kedua bantu biaya anak ini dari sekarang sampai sarjana. Itu saja, untuk anak aja. Era tidak minta apa-apa," kata Razman, dikutip Kamis, 8 April 2021.

Sementara itu, kuasa hukum Prof Muradi, Jaja Ahmad Jayus menceritakan awal mula pertemuan kliennya dengan ES. Menurut Jaja, Era pada awalnya bertemu dengan Prof M di salah satu mal di Jakarta Pusat.

Saat itu, keduanya bertukar nomor handphone dan berlanjut pada pertemuan di Bali. Prof Muradi merupakan guru besar Unpad Bandung dan saat ini juga menjabat sebagai salah satu Komisaris Independen BUMN.

"Saya akan menjelaskan posisi dan klarifikasi klien kami, Prof M, yang benar merupakan guru besar pada salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung dan Komisaris pada salah satu BUMN," kata Jaja.

"Prof M berkenalan dengan ES sekitar bulan April 2016, di sebuah mal di Jakarta Pusat. Pada saat itu ES minta nomor telepon Prof M melalui seorang kawannya," jelasnya.

Sejak mendapatkan nomor Prof Muradi, ES mulai aktif menghubungi. Dan pernah sekali waktu di tahun 2016, ES mengejar Prof M ke Bali yang saat itu sedang bertugas, dengan dalih yang bersangkutan kebetulan sedang berlibur ke Bali.

"Sejak semula ES sudah mengetahui bahwa Prof M telah beristri dan memiliki anak. Dan sudah ditegaskan bahwa Prof M tidak akan pernah menikahi yang bersangkutan," ujarnya.

Di tahun 2017, ES mendaftar kuliah ke LSPR, dan meminta agar biaya kuliah dapat dibantu oleh Prof M hingga studinya selesai. Komitmen yang disepakati adalah bahwa ES harus bersungguh-sungguh menjalani studi.

Hingga bulan Maret 2021, Prof M masih memberikan bantuan biaya studi ES karena sudah menjadi komitmennya untuk melihat ES lulus studi. Dan memiliki masa depan yang lebih baik dengan bekal Pendidikan S-1.

"Seharusnya November 2021, ES akan diwisuda," kata Jaja.

Kemudian, ada klaim ES yang menyatakan ada pernikahan pada tahun 2018. Itu adalah tidak benar, katanya.

"Saya tegaskan hingga saat ini sama sekali tidak ada peristiwa pernikahan antara ES dengan Prof M, baik secara resmi maupun nikah siri," ujarnya.

"Dengan demikian, pernyataan yang disampaikan oleh ES melalui kuasa hukumnya Razman Arif Nasution, jelas merupakan keterangan palsu kepada publik dan pejabat Lembaga negara (KPAI)," tandasnya.