Pejabat yang Gelar Kajian Online Ramadan Dicopot, Komisaris PT Pelni Sebut Terlibat Radikalisme

Jumat, 09 April 2021 – 03:03 WIB

Kolase foto Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto dan flyer kajian online Ramadan yang dibatalkan (Sumber Foto: Twitter)

Kolase foto Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto dan flyer kajian online Ramadan yang dibatalkan (Sumber Foto: Twitter)

JAKARTA, REQnews - Komisaris Independen PT Pelni, Kristia Budhyarto mengatakan bahwa pejabat di jajarannya yang terlibat rencana penyelenggaraan kajian online Ramadan telah dicopot.

Hal tersebut dilakukan atas alasan isu radikalisme. Selain mencopot pejabat yang terlibat, PT Pelni juga membatalkan acara kajian online Ramadan itu.

Hal tersebut disampaikan Kristia lewat akun Twitternya @kangdede78. Dalam cuitannya, Kristia menjelaskan bahwa acara tersebut tidak mendapat izin dari pihak direksi.

"Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162 dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN," tulisnya, dikutip Kamis, 8 April 2021.

Dalam postingannya itu, Kristia juga mengatakan bahwa pejabat yang terlibat acara itu juga sudah dicopot.

"Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tsb telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kpd seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS," ujarnya.

Dilihat dari flyer yang beredar luas, acara kajian online Ramadan itu seharusnya digelar setiap hari Kamis di bulan April. Acara kajian tersebut diisi oleh 5 pendakwah, yaitu Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar, Ustaz Syafiq Riza Basamalah dan Cholil Nafis.