Dicap Sesat dan Kafir Gegara Hadiri Peresmian GBI, Gus Miftah Beri Jawaban Menohok

Senin, 03 Mei 2021 – 14:32 WIB

Gus Miftah

Gus Miftah

JAKARTA, REQnews - Penceramah kondang, Gus Miftah mendadak jadi bulan-bulanan netizen usai video orasinya di altar berlambang salib dalam acara peresmian Gereja Bethel Indonesia (GBI), viral di jagat maya.

Tak hanya diprotes, aksi Gus Miftah itu bahkan dicap sesat serta kafir. Ia dinilai telah menjalani toleransi yang kebablasan.

Mengetahui aksinya menuai kontroversi, Gus Miftah pun memberikan tanggapan lewat sebuah video yang ia unggah di akun Instagram.

Gus Miftah menjelaskan hadir di acara GBI itu karena diundang. Ia tidak hadir sendiri melainkan bersama beberapa tokoh agama lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta.

"Setelah beredarnya orasi kebangsaan di sebuah gereja di Jakarta Utara di GBI Penjaringan atas undangan panitia. Saat itu saya hadir bersama Gubernur DKI Jakarta, Mas Anies Baswedan, Sekjen PBNU Gus Helmi, dan beberapa tokoh agama lainya. Dan itu atas undangan mereka, acara yang mereka berikan ke saya pun, judulnya orasi kebangsaan dalam peresmian GBI. Bukan dalam rangka peribadatan, dicatat dalam rangka peresmian bukan dalam rangka peribadatan," katanya, dikutip Senin, 3 Mei 2021.

Dia menjelaskan hadir di acara GBI itu karena diundang. Dan tidak hadir sendiri melainkan bersama beberapa tokoh agama lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta.

"Saya dihujat banyak netizen dengan mengatakan Miftah sesat, Miftah kafir, syahadatnya batal dan lain sebagainya. Gus Miftah marah? Enggak, saya bersyukur, alhamdulillah," lanjutnya.

"Saya kemudian berpikir, orang seperti saya yang kebetulan dikasih Allah, jadi orang yang mampu membimbing sekian ratus orang untuk bersyahadat untuk jadi mualaf, hanya gara-gara video tersebut saya dikatakan kafir," ujar GUs Miftah lagi.

"Luar biasa, itulah dakwah zaman sekarang. Kalau dakwah zaman dulu tugasnya meng-Islamkan orang kafir, dakwah hari ini mengkafir-kafirkan orang Islam," tandasnya.

Gus Miftah pun membacakan dalil yang menjadi alasan mengapa dirinya hadir dalam undangan pihak GBI itu.

"Akan saya kutip keterangan dari kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqh Quwait. Kitab ini berisi ensiklopedia persoalan fiqih dari berbagai mazhab," katanya.

"Di dalam keterangan miniminal ada empat perbedaan pendapat utama tentang masuk gereja dan salat di dalamnya. Saya pikir saya enggak perlu menterjemahkan, karena para netizen terutama yang menghujat saya tentu lebih alim daripada saya, tentu anda sudah paham," ujar GUs Miftah.

"Terima kasih, salam cinta saya kepada semua, termasuk yang berbeda pendapat dengan saya, bahkan yang menghujat saya," tutupnya.