IFBC Banner

Heboh Gambar Terbaru Google Earth Gaza Palestina Blur, Netizen: Sengaja Ditutupi Amerika?

Selasa, 18 Mei 2021 – 16:01 WIB

Perbandingan gambar citra satelit di Gaza Palestina (kiri) dan Ibukota Korea Utara Pyongyang (kanan) menggunakan Google Earth. (Sumber Foto: BBC)

Perbandingan gambar citra satelit di Gaza Palestina (kiri) dan Ibukota Korea Utara Pyongyang (kanan) menggunakan Google Earth. (Sumber Foto: BBC)

JAKARTA, REQnews - Seiring kabar serangan brutal yang terus dilayangkan Israel ke Gaza, Palestina hingga membuat korban terus berjatuan, jagat maya juga dihebohkan dengan informasi penampakan terbaru Google Earth Palestina yang blur.

Yup, jika dilihat, penampakan gambar Google Earth Gaza, Palestina tidak bisa diakses dengan resolusi tinggi alias blur. Padahal, citra satelit inilah yang digunakan oleh para peneliti untuk menemukan lokasi serangan dan mendokumentasikan kehancuran.

"Fakta bahwa kami tidak mendapatkan citra satelit resolusi tinggi dari Israel dan wilayah Palestina membuat kami mundur," kata Samir, seorang penyelidik open source, dilansir dari BBC, Selasa, 18 Mei 2021.

Fakta lain adalah, Google Earth, platform gambar yang paling banyak digunakan, citra terbaru untuk Gaza memiliki resolusi rendah dan kabur.

"Gambar Google Earth terbaru berasal dari tahun 2016 dan terlihat seperti sampah. Saya memperbesar beberapa daerah pedesaan Suriah secara acak dan telah ada lebih dari 20 gambar yang diambil sejak saat itu, dalam resolusi yang sangat tinggi," tweet Aric Toler, seorang jurnalis untuk Bellingcat.

Ini berbeda dengan Ibukota Korea Utara Pyongyang yang masih bisa ditembus hingga bisa melihat gambar-gambar mobil dengan kualitas resolusi tinggi.

Pembatasan kualitas citra satelit untuk wilayah Israel dan Palestina dari perusahaan komersil AS secara komersial telah dibatasi sejak tahun lalu.

Pembatasan itu tertuang dalam Kyl-Bingaman Amendment (KBA) – undang-undang AS sejak tahun 1997 – untuk mendukung masalah keamanan Israel.

Dengan aturan tersebut, penyedia gambar citra satelit AS hanya diizinkan menyediakan gambar degan resolusi rendah dan ukuran piksel kurang dari 2 meter.

Yang mengherankan, aturan yang dibuat Amerika itu hanya menyebut Israel, tapi ternyata juga diterapkan untuk Palestina.

Namun bagi perusahaan penyedia gambar citra satelit non-AS seperti Airbus (Prancis), tetap menyediakan gambar dengan resolusi tinggi.

Pda Juli 2020, KBA dibatalkan yang memaksa pemerintah AS memperbolehkan perusahaan Amerika memberikan gambar dengan kualitas tajam hingga sekecil 40 cm.

Kepada BBC, Google mengatakan bahwa gambar satelit didapat dari berbagai penyedia dan mempertimbangkan "peluang untuk menyegarkan kembali citra satelitnya saat citra dengan resolusi lebih tinggi tersedia".

Tetapi Google menambahkan bahwa, "tidak ada rencana untuk dibagikan saat ini".

Sementara Apple mengatakan sedang berupaya memperbarui petanya segera ke resolusi yang lebih tinggi 40 cm.

Platform Google Earth dan Apple Maps mengandalkan dua perusahaan penyedia gambar citra satelit terbesar, Maxar dan Planet Labs. Demikian juga untuk wilayah Gaza Palestina dan Israel.

"Sebagai hasil dari perubahan terbaru pada peraturan AS, citra Israel dan Gaza ditampilkan dengan resolusi 0,4 m (40 cm)," kata Maxar dalam sebuah pernyataan.

Planet Labs mengonfirmasi kepada BBC bahwa mereka memasok citra dengan resolusi 50 cm.