Geger Bayi Diduga Di-Covid-kan dan Ditelantarkan di RS Pirngadi Medan, Kasihan! Akhirnya Meninggal

Kamis, 10 Juni 2021 – 22:31 WIB

Bayi diduga di-Covid-kan dan ditelantarkan hingga tewas di RS Pirngadi Medan. (Foto: Istimewa)

Bayi diduga di-Covid-kan dan ditelantarkan hingga tewas di RS Pirngadi Medan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, REQnews - RSUD dr Pirngadi Medan kembali jadi sorotan. Kali ini gara-gara kasus dugaan pasien bayi di-Covid-kan dan ditelantarkan hingga meninggal dunia.

Kisah miris ini dialami seorang bayi berumur 3 minggu bernama Khaira Hanifa Almaghfira. Bayi malang itu diduga divonis reaktif Covid-19 oleh oknum perawat RS Pirngadi saat akan dioperasi karena masalah pencernaan.

Ibu si bayi heran dengan vonis tersebut. Ia lantas memutuskan untuk merekam momen itu hingga videonya viral di jagat maya.

Orangtua si bayi lantas mengadu kepada Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala hingga akhirnya dilakukan tes antigen pada si bayi.

Hasil swab antigen menunjukkan bahwa bayi tersebut negatif Covid-19. Hal ini tak pelak membuat orangtua si bayi geram.

"Tadi hasil rapidnya, gak tahu kapan ditesnya, gak tahu kapan diantibodi, dibilangnya hasilnya reaktif. Ternyata, direktur ditelepon sama bapak wakil DPR (DPRD Kota Medan) bapak Rajudin tadi, barulah anak ini di-swab antigen, dan hasilnya negatif. Sama seperti diswab di (RS) Stella Marris. Nah, mereka berarti berbohong," kata ibu si bayi, dikutip Kamis, 10 Juni 2021.

Setelah divonis reaktif Covid oleh pihak RS Pirngadi, bayi tersebut kemudian tidak jadi dioperasi. Para petugas medis di RSUD Pirngadi sempat memberikan jawaban berbelit-belit sebelum akhirnya mengakui bahwa batalnya operasi dilakukan karena dokter bedah tidak datang.

"Sekarang saya minta anak saya dibawa pulang, tidak dikasih sama rumah sakitnya. Karena gak jadi operasi, hanya gara-gara selang infus yang untuk di dekat tulang bahu (kalau kalian anak kedokteran pasti kalian tahu), dia bilang alasannya di rumah sakit ini tidak ada," lanjut ibu bayi tersebut.

Sementara itu, pihak RSUD Pirngadi membantah bahwa bayi tersebut di-Covid-kan.

"Jadi begini, bayi itu dua kali dites. Pertama siang jam 14.30, dites antibodi, hasil reaktif. Kedua, malamnya pas mau dioperasi, dites antigen, hasilnya negatif. Jadi bahasanya reaktif, bukan positif Covid. Itu beda," kata Humas Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin.

Terkait operasi yang batal dilakukan, kata Edison, keluarga bayi tersebut sudah kadung emosi sehingga proses administrasi tak selesai dilakukan. Ia pun membantah bahwa gagalnya operasi tersebut dikarenakan dokter bedah yang menangani tidak datang.

"Ada SOP-nya. Dokter baru akan datang kalau semuanya (urusan administrasi BPJS) beres," tandasnya.