Dokternya Diduga Hina Pasien Bayi Miskin, Terlalu Nih! Pihak RSUD Pirngadi Medan Cuma Bilang Begini

Kamis, 10 Juni 2021 – 23:02 WIB

Dokter RSUD Pirngadi Medan diduga hina pasien bayi miskin. (Foto: Istimewa)

Dokter RSUD Pirngadi Medan diduga hina pasien bayi miskin. (Foto: Istimewa)

MEDAN, REQnews - RSUD Pirngadi Medan kembali jadi sorotan publik. Ini lantaran adanya dugaan penghinaan yang dilakukan seorang oknum dokter RS tersebut terhadap seorang pasien bayi miskin.

Oknum dokter tersebut diduga telah menghina orangtua bayi itu saat bertugas di salah satu rumah sakit swasta khusus anak di Kota Medan.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua DPRD Medan, Rajudin Sagala. Rajudin menerima aduan dari orangtua si bayi malang.

"Pas waktu di Stella Maris dokternya bilang 'Ibu ngapain ke sini kalau gak punya biaya? Di Pirngadi pun nanti mana bisa pakai BPJS. Ibu pun nanti ketemu lagi sama saya'. Begitu ibu si bayi bilang," kata Rajudin, dikutip Kamis, 10 Juni 2021.

Akibat perlakuan dokter bedah itu, bayi tersebut batal dioperasi pada Rabu dini hari, 9 Juni 2021. Padahal, sebelum hendak dioperasi, bayi tersebut sudah dites swab antigen, dan hasilnya negatif.

Sebelumnya diswab antigen dan hasilnya negatif, bayi berusia tiga minggu itu dites antibodi Covid-19 dan dinyatakan reaktif Covid. Hal itu membuat orangtua si bayi naik pitam dan merasa bayinya di-Covid-kan.

"Tadi hasil rapidnya, gak tahu kapan ditesnya, gak tahu kapan diantibodi, dibilangnya hasilnya reaktif. Ternyata, direktur ditelepon sama bapak wakil DPR (DPRD Kota Medan) bapak Rajudin tadi, barulah anak ini di-swab antigen, dan hasilnya negatif. Sama seperti diswab di (RS) Stella Marris. Nah, mereka berarti berbohong," ujar ibu si bayi, dalam video rekamannya yang viral di media sosial.

Menanggapi hebohnya kasus ini, Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Perangin-angin pun buka suara. Ia membantah bahwa bayi tersebut telah di-Covid-kan.

"Jadi begini, bayi itu dua kali dites. Pertama siang jam 14.30, dites antibodi, hasil reaktif. Kedua, malamnya pas mau dioperasi, dites antigen, hasilnya negatif. Jadi bahasanya reaktif, bukan positif Covid. Itu beda," ujar Edison.

Edison pun membantah bahwa gagalnya operasi tersebut dikarenakan dokter bedah yang menangani tidak datang.

"Ada SOP-nya. Dokter baru akan datang kalau semuanya (urusan administrasi BPJS) beres," katanya.

Sementara itu, mengenai ucapan dokter berinisial I yang diduga menghina orangtua si bayi, Edison meminta untukmengonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.

"Ya kalau itu tanya sama dokter Iqbal. Itu kan pribadinya dia," tandasnya.