Lagi Demo, Mahasiswa Ini Diseret dan Diinjak Anak Buah Jenderal Listyo Sigit, Polres Alor Jawab Ini

Jumat, 11 Juni 2021 – 12:35 WIB

Ilustrasi Pengeroyokan (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Pengeroyokan (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sebuah video yang memperlihatkan aksi anak buah Jenderal Listyo Sigit menyeret dan menginjak mahasiswa saat aksi demo viral di media sosial. 

Dalam video berdurasi 2 menit, 29 detik itu, seorang mahasiswa yang sedang ikut aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Alor, diseret oleh anggota polisi dan diinjak oleh seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

Polisi kemudian mengamankan beberapa mahasiswa yang membela rekannya yang diseret dan diinjak ke kendaraan patroli milik polisi. Mahasiswa yang diamankan dibawa ke Mapolres Alor.

Namun, belum diketahui secara pasti alasan mahasiswa diseret dan diinjak oleh oknum polisi dan SatPol PP.

Menurut Kapolres Alor AKBP Agustinus Christmas pihaknya hanya menjaga agar jangan sampai aksi tersebut sengaja dibuat menjadi kacau, atau membenturkan dengan kepolisian yang mengamankan aksi. Tiga orang yang diamankan disebut dilepaskan Kamis sore.

"Kami lepaskan mereka, setelah kami berdiskusi dengan perwakilan peserta aksi. Dan dari penjelasan baik dari kepolisian dan perwakilan aksi berjalan lancar," kata Agustinus

Sebelumnya para mahasiswa tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pedagang Alor. Mereka menolak kebijakan pemerintah yang merelokasi 753 pedagang Pasar Kadelang ke Pasar Liba Kalabahi.

Agustinus mengatakan, pihaknya mengamankan tiga orang mahasiswa, karena memaksa masuk ke dalam kantor Bupati Alor untuk melakukan sweeping. 

Kata Agustinus, mahasiswa memaksa sweeping, karena mahasiswa inginkan bupati yang menerima dan mendengar aspirasi mereka.

"Kemudian, karena memaksa masuk, maka kami amankan beberapa orang yang diduga memprovokasi," kata Agustinus, Kamis 10 Juni 2021.

Alasannya, untuk menetralisir keadaan sehingga penyampaian aspirasi yang dilakukan dapat tersampaikan dengan baik.

"Kalau kami izinkan mereka sweeping, siapa yang menjamin mereka kemudian di dalam tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengarah ke anarkis atau ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menyudutkan peserta aksi," kata Agustinus.