Postingannya Soal Vaksin Sinovac Viral, Nasib Dokter Jamnul Azhar Berakhir Tragis

Kamis, 24 Juni 2021 – 14:02 WIB

Nasib Dokter Jamnul Azhar berakhir tragis gegara postingannya soal Sinovac di Facebook. (Foto: Oriental Daily)

Nasib Dokter Jamnul Azhar berakhir tragis gegara postingannya soal Sinovac di Facebook. (Foto: Oriental Daily)

MALAYSIA, REQnews - Seorang dokter bernama Jamnul Azhar Mulkan (53 tahun) dari sebuah klinik swasta di Perlis, Malaysia didenda hingga 5.000 ringgit (Rp 17 juta) usai mengaku bersalah telah menyebarkan informasi palsu tentang vaksin Sinovac.

Peristiwa berawal saat 20 April lalu, Dokter Jamnul mengunggah postingan di akun Facebook UiDM Polimas. Dalam postingannya, dokter tersebut mengatakan bahwa vaksin Sinovac mengandung darah babi.

Dilansir dari Oriental Daily, Kamis, 24 Juni 2021, postingan tersebut dikatakan telah menyebabkan kepanikan publik dan melanggar Bagian 4(1) dari Undang-undang Darurat (Kekuatan Esensial) (No. 2) 2021.

Jika terbukti bersalah, terdakwa dapat menghadapi denda hingga 100.000 ringgit (Rp 346 juta) atau penjara hingga tiga tahun, atau kombinasi dari kedua pelanggaran ini.

Selama proses pengadilan, pengacara pembela Mohd Khairul Hafizuddin Ramli memohon hukuman yang lebih ringan, dengan mengatakan bahwa terdakwa tidak memiliki catatan kriminal masa lalu.

Kuasa hukumnya juga mengatakan bahwa terdakwa Dokter Jamnul Azhar memiliki delapan anak berusia 15 hingga 30 tahun. Enam dari anak-anaknya tersebut masih belajar di IPT dan sekolah.

Tak hanya itu, tersangka juga disebutkan menderita penyakit kencing manis, darah tinggi dan penyakit jantung. Dia juga harus menjalani cuci darah tiga kali seminggu dan harus minum 10 jenis obat sehari untuk mengatasi penglihatannya yang kabur.

Selain itu, si pengacara juga mengatakan bahwa terdakwa tidak dapat berjalan setelah terlibat dalam kecelakaan mobil pada tahun 2017 dan telah menggunakan kursi roda sejak saat itu.