Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!
Biarkan Orangutan Tapanuli Hidup di Alam, Mari Selamatkan Habitatnya!

Begini Cara 'Sadis' Kivlan Zein Menyuruh Algojo untuk Bunuh 4 Jenderal Versi Polri

Selasa, 11 Juni 2019 – 17:30 WIB

Kivlan Zein, tersangka makar (foto:istimewa)

Kivlan Zein, tersangka makar (foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Banyak yang tak mengira jika dibalik wajah lansianya, mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zen diduga polisi sebagai aktor intelektual terkait rencana pembunuhan empat jenderal. Kivlan dituding sebagai sosok yang memberi perintah kepada pria berinisial HK alias Iwan untuk mencari algojo untuk mencabut nyawa para tokoh nasional tersebut.

"Peran Kivlan memberi perintah kepada tersangka HK untuk mencari eksekutor pembunuh," kata Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Selasa 11 Juni 2019.

Tak hanya itu, pendukung calon presiden Prabowo Subianto tersebut juga memberi uang Rp 150 juta kepada tersangka HK untuk membeli senjata api yang akan digunakan saat membunuh empat tokoh nasional serta satu orang pimpinan lembaga survei. Kemudian menyerahkan uang Rp 5 juta kepada tersangka lainnya, yakni IT, untuk melakukan pengintaian terhadap satu orang pemimpin lembaga survei.

Kata Ade, semua pernyataan dalam keterangan pers sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) para tersangka yang tengah disidik oleh aparat kepolisian. Kemudian dikuatkan video testinomoni dan tersangka sudah diambil sumpah.

"Sehingga kepada dua tersangka KZ dan HM patut disangka melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 1 UU darurat 12/1951 dengan ancaman seumur hidup."

Polisi juga memutar video pernyataan dari tersangka HK alias Iwan terkait kejadian pada 21 dan 22 Mei. Iwan mengaku diperintahkan oleh Kivlan untuk membeli senpi pada Maret di sekitar Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Saya diamankan pada 21 Mei terkait ujaran kebencian, kepemilikan senpi, dan ada kaitan dengan Mayjend Kivlan Zen. Sekitar Maret dipanggil ke Kelapa Gading. Saya diberi uang 150 juta untuk beli senjata laras pendek dua pucuk," katanya. (RYN)