IFBC Banner

Heboh Skandal Pangeran Saudi, Ngeri! Diduga Lakukan Sederet Perbuatan Bejat Ini ke Para Pelayannya

Jumat, 09 Juli 2021 – 16:31 WIB

Ilustrasi skandal Pangeran Saudi. (Foto: Istimewa)

Ilustrasi skandal Pangeran Saudi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pangeran Arab Saudi, Faisal Bin Turki Bin Abdullah Al Saud (44 tahun) mendadak jadi sorotan. Ini lantaran munculnya sederet tuduhan miring yang dilayangkan padanya beberapa waktu belakangan.

Ia diduga melakukan tindakan perbudakan terhadap 7 pelayannya di sebuah apartemen miliknya di sekitar Paris.

Penyelidikan pun dilakukan setelah 7 wanita Filipina mengajukan pengaduan terkait tindakan Pangeran Faisal pada Oktober 2019 setelah mencari bantuan dengan SOS Esclaves, sebuah asosiasi anti-perbudakan Prancis.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat, 9 Juli 2021, Anick Fougeroux, ketua organisasi tersebut mengklaim bahwa anak-anak Pangeran Saudi diizinkan untuk meludahi wajah para pelayan wanita dan para pelayan akan dihukum jika ada anak-anak yang terlihat menangis.

Para pelayan diperintahkan untuk memenuhi setiap keinginan anak-anak. Dalam satu kasus yang dikutip oleh Fougeroux, para wanita membelikan anak-anak tujuh es krim saat berkunjung ke Jardin d'Acclimatation tetapi khawatir akan mendapat masalah dengan Pangeran jika anak-anak itu berakhir dengan sakit perut.

Mereka juga diduga dipaksa untuk tetap terjaga sampai pasangan Saudi itu pergi tidur, kadang-kadang sampai jam 3 pagi, tapi masih harus bertugas untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam, menurut laporan dari The Times.

Mereka kemudian diwajibkan siaga kembali ketika anak-anak bangun sekitar jam 7 pagi sementara Pangeran dan istrinya tetap di tempat tidur sampai hampir tengah hari.

Seorang pembantu juga diduga dipaksa tidur di lantai di samping tempat tidur pasangan itu, agar saat bayinya terbangun dia tidak harus bangun. Fougeroux juga mengklaim bahwa para wanita dipaksa untuk memakan sisa makanan Pangeran dan istrinya.

Rasa lapar kerap membuat ketujuh wanita itu menangis. Para pelayan dilaporkan berusia 38 hingga 51 tahun, direkrut di Arab Saudi dan bekerja untuk pangeran dan keluarganya selama beberapa tahun, terbang bersama keluarga antara rumah mereka di Riyadh dan Paris. Mereka digaji Rp 5 juta sebulan namun dipaksa bekerja 24 jam sehari.

Polisi pun telah meminta keterangan dari masing-masing korban bulan lalu setelah mereka mengajukan tuntutan pidana terhadap sang pangeran.

Jaksa juga sudah mendengar kesaksian dari para wanita itu beberapa minggu lalu. Namun sayangnya, sang pangeran belum dapat dimintai keterangan karena saat ini tidak berada di Prancis.