Viral! Swafoto, Dua Oknum Kadis Tulang Bawang Barat Injak Tempurung Kura-kura! Ini Ancaman Pidananya

Kamis, 13 Juni 2019 – 13:00 WIB

Dua oknum Kadis yang injak tempurung kura-kura (Foto: instagram @christian_joshuapale)

Dua oknum Kadis yang injak tempurung kura-kura (Foto: instagram @christian_joshuapale)


JAKARTA, REQnews – Aksi tidak terpuji kembali dipertontonkan dua orang oknum Kepala Dinas (Kadis) di Tulang Bawang Barat, Lampung. Mereka diduga secara sengaja menginjak tempurung kura-kura yang masih hidup.

Parahnya lagi, kedua orang tersebut malah mengabadikan aksinya dengan berswafoto. Hal tersebut terlihat dari postingan instagram @christian_joshuapale, yang dilihat REQnews, Kamis 13 Juni 2019.

Dari postingan tersebut terlihat sejumlah warganet geram dan menyayangkan oknum Kadis yang menginjak tempurung satwa yang dilindungi pemerintah tersebut. @elizabeth_tjio @christian_joshuapale kadis yg biasanya pendidikannya tinggi ga menjamin juga pny empati ma satwa ya...

@veeya.vv @christian_joshuapalemenurut berita yg sy baca malah 22nya itu Kadis loh ? yg Kiri Kadis perikanan, yg satu Kadis Dukcapil. Miris banget.

Jika hal tersebut benar dilakukan oleh kedua pemimpin institusi di Tulang Bawang Barat tersebut, maka keduanya dapat dijerat Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Yakni menurut ayat (1), mereka bisa diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan.

Ayat itu juga menerangkan bahwa:
1. barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya;
2. barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya.

Sementara untuk pasal (2), jika satwa yang diinjak kedua satwa itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang para pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.

Tak hanya itu, keduanya patut diduga melanggar Pasal 21 UU No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya. Sesuai dengan ayat (2) Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. (RYN)