Ketimbang Buat Makar, Mending Uang Rp 150 Juta Kivlan Zein untuk Beri Beasiswa PKPA di 5 Kampus Ini

Jumat, 14 Juni 2019 – 17:00 WIB

Kivlan Zein, tersangka makar (foto:istimewa)

Kivlan Zein, tersangka makar (foto:istimewa)

JAKARTA, REQnews – Namanya Kivlan Zein. Ia lahir di Aceh pada tanggal 24 Desember 1946. Separuh hidupnya didedikasikan untuk Tentara Nasional Indonesia.

Tak ayal, pria yang pernah berkontribusi membebaskan penyanderaan 18 WNI oleh teroris Abu Sayyaf Fillipina ini menyandang pangkat terakhir yakni, Mayjen TNI.
Sayangnya, prestasi Kivlan selama di TNI hilang begitu saja saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka perencanaan pembunuhan terhadap lima tokoh nasional.

Mantan Panglima Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ini pun harus bersiap diri untuk duduk di kursi pesakitan pengadilan.
Kivlan disangkakan telah melakukan kejahatan-kejatan makar dengan memberikan uang sebanyak 150 juta rupiah kepada tersangka HK untuk membeli 4 senjata api untuk membunuh lima tokoh nasional.

Ia juga memberikan Target Operation (TO) kepada eksekutor, dan uang sebanyak 5 juta rupiah kepada tersangka IR untuk melakukan pengintaian target, khususnya target pimpinan lembaga survey.

Kelima target pembunuhan yang dimaksud antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan, Gories Mere. Sementara, seorang pimpinan lembaga survei yang dijadikan target adalah Yunarto Wijaya

Sangat disayangkan, jika pria berumur 72 tahun tersebut rela mengucurkan dana sebanyak kurang lebih 150 juta rupiah untuk menjalankan operasi makar terhadap pemerintahnnya sendiri.

Akan lebih mulia jikalau uang yang dikucurkan tersebut digunakan untuk mendidik pemuda-pemudi Indonesia. Contohnya seperti Pendidikan Profesi Khusus Advokat (PKPA) Peradi bagi mahasiswa jurusan hukum.

Kira-kira, jika dengan uang ratusan juta tersebut, PKPA Peradi mana saja yang bisa kita rekomendasikan ke Kivlan Zein ya gaes? Berikut ulasannya yang dirangkum dari pelbagai sumber:

1. Universitas Indonesia dan Universitas Gajah Mada
Uang Pendaftaran : Rp 250.000
Biaya Pendidikan : Rp 5.000.000
Total : Rp 5.250.000


2. Kongres Advokat Indonesia
Uang Pendaftaran : Rp 1.000.000
Biaya Pendidikan : Rp 7.500.000
Total : Rp 8.500.000

3. Universitas Jayabaya Jakarta Timur
Biaya Pendaftaran : Rp 500.000
Biaya Pendidikan : Rp 6.000.000
Total : Rp 6.500.000

4. Universitas Brawijaya Malang
Biaya Pendaftaran : Rp 500.000
Biaya Pendidikan : Rp 5.000.000
Total : Rp 5.500.000

5. Universitas Bung Karno
Biaya Pendaftaran : Rp 500.000
Biaya Pendidikan : Rp 5.500.000
Total : Rp 6.000.000

Dari rincian pembiayaan PKPA di atas, maka Kivlan bisa memberikan beasiswa PKPA per orang Rp 6.405.000. So, uang makar yang dikeluarkan sebanyak Rp 155.000.000, maka Kivlan dapat membiayai 24 mahasiswa/ mahasiswi untuk mengikuti kelas PKPA dan memperoleh lisensi Advokat.

Lumayan khan Pak Bro Kivlan! (HANS)