Dituding ICW Terlibat Promosi Obat Covid-19, Segini Kekayaan Mentereng Jenderal Moeldoko

Kamis, 22 Juli 2021 – 22:25 WIB

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purnawirawan Moeldoko (Foto: Istimewa)

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Purnawirawan Moeldoko (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sosok Jenderal Purn TNI Moeldoko memang sudah tak asing lagi, terkait sepak terjangnya di dunia militer dan politik. Saat ini, Moeldoko pun dipercaya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun kini, nama Moeldoko disebut-sebut oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) diduga terlibat dalam polemik Ivermectin sebagai 'obat' Covid-19. Melalui laman resminya dalam artikel berjudul 'Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis' ICW membeberkan sejumlah temuan terkait polemik tersebut.

ICW mengaku menemukan potensi rent-seeking dari produksi dan distribusi Ivermectin. Praktik itu, menurut ICW, diduga dilakukan oleh sejumlah pihak untuk memperkaya diri sendiri dengan memanfaatkan krisis kesehatan.

Dalam rinciannya, terdapat nama sejumlah pihak yang diduga terkait polemik Ivermectin ini. ICW mengawali penjelasan dari salah satu nama yang terafiliasi dengan PT Harsen Laboratories, Sofia Koswara.

"Ia adalah Wakil Presiden PT Harsen dan mantan CEO dari B-Channel. Sofia Koswara juga menjabat sebagai Chairwoman Front Line Covid-19 Critical Care (FLCCC) di Indonesia. Adapun warga Indonesia lainnya yang berada di FLCCC adalah Budhi Antariksa, bagian dari Tim Dokter Presiden, serta dokter paru-paru di Rumah Sakit Umum Persahabatan dan pengajar plumnologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Budhi juga merupakan ketua tim uji klinis Ivermectin di Indonesia," tulis ICW.

Menurut ICW, Sofia dan Haryoseno memiliki kedekatan dengan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. ICW menuding fenomena tersebut menunjukkan pandemi Covid-19 digunakan untuk mencari keuntungan oleh sejumlah pihak. ICW juga menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menindak tegas pejabat nakal.

Setelah dituding ICW diduga terlibat dalam promosi obat Covid, REQnews.com pun melakukan penelusuran harta kekayaan Moeldoko. Berdasarkan penelusuran kami dalam laman resmi elhkpn.kpk.go.id, Moeldoko tercatat memiliki harta kekayaan sebagaimana dalam Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2019 yang disampaikan pada 30 Maret 2020.

Dalam LHKPN, Moeldoko memiliki total harta kekayaan yang cukup fantastis yakni senilai Rp 46.137.114.631. Adapun rincian harta kekayaan Moeldoko yang tercatat terdiri dari:

A. Tanah dan bangunan yang tersebar di Bogor, Jakarta Timur, Pasuruan, dan juga Surabaya senilai Rp 33.431.000.000

1. Tanah Seluas 27995 m2 di BOGOR, hasil sendiri Rp 1.200.000.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 250 m2/180 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 3.500.000.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 585 m2/600 m2 di Kota Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 7.000.000.000

4. Tanah Seluas 1531 m2 di Pasuruan, hasil sendiri Rp 420.000.000

5. Tanah Seluas 5800 m2 di Pasuruan, hasil sendiri Rp 820.000.000

6. Tanah Seluas 1554 m2 di Pasuruan, hasil sendiri Rp 300.000.000

7. Tanah dan Bangunan Seluas 115 m2/85 m2 di Pasuruan, hasil sendiri Rp 1.100.000.000

8. Tanah Seluas 118 m2 di Pasuruan, hasil sendiri Rp 961.000.000

9. Tanah Seluas 215 m2 di Pasuruan, hasil sendiri Rp 530.000.000

10. Tanah dan Bangunan Seluas 115 m2/85 m2 di kota Pasuruan , hasil sendiri Rp 1.100.000.000

11. Tanah dan Bangunan Seluas 775 m2/775 m2 di kota Surabaya, hasil sendiri Rp 16.500.000.000

B. Satu buah mobil Toyota Camry 2.5l Hybrid At tahun 2012 Rp 200.000.00

C. Harta bergerak lainnya senilai Rp 204.000.000.

D. Kas dan Setara Kas Rp 6.694.614.631

E. Harta lainnya senilai Rp 5.607.500.000

F. Utang tidak ada

Berbeda dengan tahun 2019, pada tahun 2018 kekayaan Moeldoko jauh lebih besar. Sebagaimana tercatat tanggal 28 Maret 2019 dalam LHKPN, total kekayaan senilai Rp 49.556.346.849.