IFBC Banner

5 Calon Hakim Agung 'Digarap' Hari Ini, Ada Hakim 'Pembangkang'

Kamis, 05 Agustus 2021 – 15:40 WIB

Ilustrasi palu hakim (Foto: Istimewa)

Ilustrasi palu hakim (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Proses seleksi calon hakim agung 2021 yang dilakukan oleh Komisi Yudisial (KY) masih berlangsung pada Kamis 5 Agustus 2021.

Kali ini, agendanya adalah wawancara terbuka yang akan diikuti oleh lima orang calon hakim agung kamar pidana. Mereka adalah Achmad Setyo Pudjoharsoyo, Eddy Parulian Siregar, Hermansyah, Hery Supriyono dan Yohanes Priyana.

Tahap wawancara tersebut telah diselenggarakan mulai dari Selasa 3 Agustus 2021 hingga Sabtu 7 Agustus 2021. Tahapan tersebut diikuti oleh 24 calon hakim agung yang terbagi dalam kamar pidana, perdata, dan militer.

Sebelumnya, 24 calon hakim agung itu sudah dinyatakan lolos seleksi kesehatan serta asesmen kepribadian dan rekam jejak. Kali ini, REQnews.com telah merangkum dari berbagai sumber profil calon hakim agung yang akan mengikuti tahap wawancara pada Kamis ini:

 

1. Eddy Parulian Siregar

Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Ambon ini, mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Sumatera Utara jurusan hukum. Ia memperoleh gelar S2 dalam bidang hukum di Universitas Sam Ratulangi Manado, sementara gelar Doktor ia dapatkan setelah menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya jurusan ilmu hukum.

Pada 2012 Eddy pernah dianggap sebagai hakim pembangkang karena mengikuti seleksi hakim agung tidak menggunakan jalur karier alias tanpa restu MA. Ia yang merupakan hakim di PN Sidoarjo, mengikuti seleksi melalui jalur nonkarier atau jalur akademisi.

Saat itu, MA akhirnya mengeluarkan Surat Edaran MA Nomor 173/KMA/HK.01/XII/2011 tertanggal 30 Desember 2011 perihal Pencalonan Hakim Agung. Surat tersebut ditujukan kepada semua ketua pengadilan tinggi dan pengadilan negeri di seluruh Indonesia.

Isinya mengimbau kepada para hakim yang mendaftarkan diri sebagai calon hakim agung dari jalur nonkarier harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim.

 

2. Achmad Setyo Pudjoharsoyo

Ketua Pengadilan Tinggi Kendari, Sulawesi Tenggara itu, pernah mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Diponegoro jurusan hukum pidana. Sementara gelar S2 ia peroleh setelah menempuh pendidikan di Universitas Jayabaya jurusan administrasi peradilan. Selanjutnya, ia kemudian menempuh jenjang S3 di universitas yang sama dengan jurusan yang berbeda yakni Ilmu hukum.

Sebelum menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Kendari, Pudjo pernah menjabat sebagai Sekretaris Mahkamah Agung (MA). Ia dipilih menjadi Sekretaris MA menggantikan Nurhadi yang terjerat kasus korupsi. Pudjo pun pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Khusus Jakarta Barat.

Terpilihnya Pudjo juga sempat menjadi sorotan, karena sebelumnya ia pernah memvonis bebas penyelundup bahan bakar minyak Niwen Khoiriah saat menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Namun, Niwen akhirnya dijatuhi hukuman 10 tahun dan uang pengganti Rp 6,1 miliar pada putusan kasasi yang di tingkat MA.

 

3. Hermansyah

Ia merupakan satu-satunya dosen yang masuk dalam jajaran 15 calon hakim agung kamar pidana tahun 2021. Hermansyah adalah akademisi yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura Pontianak dan menjabat sebagai ketua program studi magister Ilmu Hukum (kaprodi).

 

4. Yohanes Priyana

Saat ini, Yohanes merupakan Hakim di Pengadilan Tinggi Kupang. Ia menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada jurusan hukum keperdataan dan pascasarjana di Universitas Jenderal Soedirman jurusan magister hukum.

 

5. Hery Supriyono

Hery yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo. Pernah mengenyam pendidikan sarjana di Universitas Airlangga jurusan hukum perdata, kemudian pascasarjana di Universitas Noratama Surabaya jurusan ilmu hukum dan menjalani program doktor di Universitas Airlangga dengan jurusan yang sama.

Sebelum menjabat sebagai wakil ketua Pengadilan Tinggi Gorontalo, Hery adalah Hakim Utama Pengadilan Tinggi Bandung. Dalam rincian jabatannya yang baru, selain wakil ketua, dirinya juga pernah menjabat Hakim Utama Tindak Pidana Korupsi Gorontalo.