Hasil Penelitian: Semakin Banyak Muslim yang Coba Bunuh Diri, Ini Sebabnya

Jumat, 13 Agustus 2021 – 00:06 WIB

Ilustrasi bunuh diri

Ilustrasi bunuh diri

JAKARTA, REQnews - Di tengah tekanan diskriminasi yang kian menjadi-jadi, fakta menunjukkan bahwa jumlah umat Muslim di Amerika Serikat (AS) yang mencoba untuk bunuh diri semakin meningkat.

Hal ini terungkap dalam survei JAMA Psychiatry pada Juli 2021 lu. Hampir 8 persen Muslim melaporkan upaya bunuh diri, disusul umat Katolik 6 persen, Protestan 5 persen, dan Yahudi 3,6 persen.

"Secara anekdot dan dalam pengaturan klinis, kami pasti melihat peningkatan bunuh diri dan upaya bunuh diri," kata Rania Awaad, Direktur Lab Kesehatan Mental Muslim dan Psikologi Islam di Universitas Stanford, seperti dikutip pada Kamis 12 Agustus.

Ia membenarkan bahwa faktor diskriminasi agama dan stigma masyarakat telah menjadi sebab utama Muslim di AS ingin melakukan bunuh diri dan menjauhi layanan kesehatan mental.

Sebagai informasi, awal tahun ini, pembunuhan-bunuh diri yang melibatkan keluarga Muslim di Allen, Texas, mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh komunitas. Farhan Towhid (19) dan Tanvir Towhid (21), keduanya dilaporkan berjuang melawan depresi, membuat perjanjian untuk mati dengan bunuh diri dan membunuh seluruh keluarga mereka sehingga mereka tidak harus hidup dengan kesedihan.

Awaad berkata, stigma adalah yang paling signifikan mempengaruhi seorang Muslim menjauhi perawatan kesehatan mental, dibanding diskriminasi.

“Jika Anda percaya bahwa penyakit mental Anda akan mempermalukan Anda atau keluarga Anda, maka Anda cenderung untuk tetap diam tentang hal itu,” ujar Farha Abbasi, pendiri Konferensi Kesehatan Mental Muslim dilansir dari NPR.

Melalui konferensi yang diselenggarakan oleh Michigan State University selama 13 tahun, Abbasi berharap untuk menghilangkan stigma penyakit mental dalam komunitas Muslim dengan menggunakan dialog terbuka.