Terungkap, Calon Panglima TNI Bekas Komandan Peluru Kendali Mematikan TNI AL

Minggu, 29 Agustus 2021 – 16:14 WIB

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (Foto: Istimewa)

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Marsekal TNI Hadi Tjahjanto segera pensiun meninggalkan jabatannya sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jelang purna tugas, muncul teka-teki siapa sosok yang akan menggantikan Hadi sebagai Panglima TNI.

Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 34 Tahun 2004 tentang ayat 4 Tentara Nasional Indonesia, disebutkan bahwa jabatan Panglima TNI bisa dijabat oleh Perwira Tinggi Aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjadi Kepala Staf Angkatan.

Salah satu yang menjadi calon kuat Panglima TNI sudah tentu Laksamana TNI Yudo Margono. Alumni Akademi Angkatan Laut (AAU) 1988 saat ini menduduki posisi sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL).

Laksamana kelahiran Madiun 26 November 1965 adalah salah satu putra terbaik yang lahir dari TNI Angkatan Laut. Sebelum menjadi orang nomor satu di TNI Angkatan Laut, Pati yang berasal dari Korps Pelaut pernah bertugas di sejumlah sektor.

Bahkan Yudo pernah menjadi komandan kapal perang peluru kendali andalan TNI Angkatan Laut. Kapal perang pertama yang dipimpin oleh Yudo adalah KRI Sutanto (877).

KRI Sutanto merupakan kapal perang jenis korvet, yang mulai memasuki masa dinas pada 1992. Kapal tersebut dibuat oleh perusahaan pembangun kapal Wolgast Peene-Werft, Jerman Timur.

Dua senjata utama paling mematikan dari KRI Sutanto sudah tentu peluru kendali SA-N-5, rudal kendali dari darat ke udara (surface-to-air missile). Rudal itu mampu menghancurkan target pesawat sayap tetap, pesawat sayap putar (helikopter), dan rudal anti-kapal.

Kemudian, senjata utama lain yang dimiliki oleh KRI Sutanto adalah rudal anti-kapal selam (anti-submarine) RBU-6000 buatan Uni Soviet (sekarang Rusia).

Laksamana Yudo Margono juga pernah bertugas sebagai komandan kapal perusak (destroyer) KRI Ahmad Yani (351). Meskipun sudah berusia lebih dari 50 tahun, KRI Ahmad Yani masih aktif berdinas. 

Pada 2007 KRI Ahmad Yani dan KRI Abdul Halim Perdana Kusuma menjalani pergantian mesin, hingga saat ini kapal perusak itu masih menjadi andalan TNI Angkatan Laut. 

KRI Ahmad Yani memiliki senjata yang sangat mematikan dan efektif. Yaitu terdapat delapan peludu kendali darat ke darat (surface-to-surface) C-802.

Peluru kendali ini mampu menghantam target sejauh 120,5 kilometer, atau setara dengan 70 mil laut, dengan kecepatan 0,9 mach (1.111,32 km/jam).

Yang lebih membahayakan, peluru kendali C-802 buatan China ini memiliki pemandu active radar homing, dengan hulu ledak seberat 165 kilogram.

Dua senjata lain yang tak kalah dahsyat adalah empat peluru kendali permukaan ke udara Mistral, yang memiliki jangkauan 4 kilometer dengan hulu ledak seberat 3 kilogram.

Selain itu ada pula 12 torpedo Honeywell II Mk 46 yang mampu menjangkau target sejauh 11 kilometer, dengan kecepatan 40 knot (74.08 km/jam).