Begini Cara Hotman Paris Pelihara Reputasinya

Minggu, 10 Februari 2019 – 23:00 WIB

Nurbaeny Jannah (Beny) dan Hotman Paris Hutapea (Foto : IG Hotman Paris Hutapea)

Nurbaeny Jannah (Beny) dan Hotman Paris Hutapea (Foto : IG Hotman Paris Hutapea)

JAKARTA, REQnews - Dalam ilmu public relations, citra (image dan popularitas), reputasi dan trust harus dipelihara. Tiga aspek tersebut harus dipertahankan. Jika perlu, ditingkatkan. Butuh kerja keras untuk merawat, mempertahankan, apalagi membuat jadi lebih baik dan berkualitas.

Siapa yang tidak kenal pengacara Hotman Paris Hutapea, sang pengacara fenomenal di Indonesia saat ini? Ia memiliki tiga aspek di atas. Untuk memelihara popularitas (image), Hotman misalnya dua tahun belakangan ini, eksis di media sosial seperti Instagram dan youtube. Ia juga bahkan memiliki program talkshow fenomenal di sebuah stasiun televisi.

"Kopi Joni" adalah salah satu tempat eksistensialnya. Di warung kopi yang terletak di kawasan kelapa Gading, Jakarta Barat atau di dekat rumahnya itu, secara rutin ia berjumpa dengan berbagai warga pencari keadilan. Mereka datang kepada Hotman hanya berkonsultasi tentang kasus yang sedang dihadapi.

Kopi Joni menjadi semacam "kantor LBH" Hotman Paris. Semua warga yang datang berjumpa dan berkonsultasi dengannya, dijamin gratis. Ia juga melayani semua tamu sekaligus penggemarnya yang sekedar datang untuk foto-foto. Banyak kalangan menilai konsep "LBH Kopi Joni" ala Hotman ini merupakan ide cerdas dan kreatif.

Namun sepertinya Hotman tidak cukup puas dengan image, reputasi dan trust yang telah ia miliki saat ini. Ia tidak mau berpuas diri. Hotman Paris memilih untuk meningkatkannya. Pada akhir Januari 2019 lalu, melalui saluran youtube, https://www.youtube.com/watch?v=FQRSo_fzIvg, Hotman berdialog dengan stafnya, Nurbaeny Jannah, tentang "reputasi" yang dimiliki Hotman.

Pada mulanya Hotman memperkenalkan sang staf yang biasa disapa Beny, diperkenalkannya sebagai advokat. Bukan asisten pribadi atau sekretaris. Hotman ingin menghilangkan citra atau image Nurbaeny yang selama ini dicap sebagai "penghias" belaka, hanya seorang asisten pribadi atau semacam sekretaris.

Dialog Hotman dan Beny berikut ini memang tampak berlebihan sebagaimana kelazimannya. Namun jika disimak lebih dalam, Hotman tampaknya ingin menghilangkan sejumlah citra yang kurang baik dari dirinya dan sebaliknya ia ingin menonjolkan reputasi dan trust yang dimilikinya, yang tidak diketahui banyak masyarakat. Selanjutnya, mari kita simak dialog Hotman dengan Beny berikut ini :

Hotman : Dengan bos yang ganteng ini, bagaimana pendapat kamu?

Beny : Ya sejauh ini sih bangga.

Hotman: Kenapa bangga? Bangga sepatu-nya atau bangga otaknya?

Beny : otaknya yang jelas.

Hotman: Emang otakku kenapa?

Beny : Smart

Hotman: Apanya yang smart?

Beny : Mungkin contoh, kalau bahas kasus, kalau kita disuruh dulu. Apa pendapat atau komentar kami dulu terus gak ketemu-ketemu. Pas Pak Hotman bergabung, langsung menemukan celahnya. Itu masuk akal semuanya dan itu pun diakui oleh para klien. Bilang ke saya.

Hotman : Tetapi katanya Hotman Paris itu hanya pengacara selebriti, hanya gaya-gaya. Benar gak sih?

Beny : Mungkin itu di kalangan masyarakat biasa yang gak tahu, tetapi klien-klien yang besar-besar sudah tahu.

Hotman : Tau apa?

Beny : Kepintaran Bapak. Sering ngomong ke saya juga. Mereka bilang, bos kamu itu, saya perlu otaknya.

Hotman : Yang omong siapa?

Beny : Ada. Beberapa klien-lah.

Hotman : Kalau hakim, pendapatnya terhadap Hotman Paris bagaimana?

Beny : Hakim juga bilang, kirain bos kamu itu santai saja, main cewek, nah ternyata pas dia tahu bahwa kepintarannya di persidangan gitu lho.Pas ikut sidang, wah, dia terus lapor lagi ke saya.Oh ternyata bos kamu itu pintar.

Hotman : Jadi kalau dalam setiap perdebatan persidangan, komentar hakim rata-rata bagaimana, apa saya hanya dianggap pengacara ecek-ecek, hanya ngurus perceraian atau usilin perkara orang, selingkuh-selingkuh atau bagaimana?

Beny : Nggak. Kebanyakan bilang, ternyata bos kamu pintar. Kirain dia cuma main-main sajalah, ke kantor, terus keluar, main cewek, tapi saya bilang ngggak. Ya memang begitu, pintar.

Hotman : Apakah ada perkara di kantor, yang Hotman Paris tidak tahu?

Beny : Hampir semua perkara tahu, karena semua, kita pun harus lapor. Dan ingat semua gitu lho. Ini mana, ini mana.

Hotman : Apanya, Hotman ingat semuanya, apanya.

Beny : Misalnya case ini, mana, mana..., mana draftnya.Dan semua diperiksa.

Hotman : Begitu ya. Oooo. Jadi bukan seperti kata orang, bisanya cuman dansa-dansa di Omnia, foto-foto sama cewek-cewek. Bukan ya.

Beny : Bukan. Nggak. Jadi kerja dulu di kantor. Setelah udah selesai baru keluar.

Hotman : Ok, itulah curhat Nurbaeni Jannah atau Beny, yang walaupun dia sering disebut Aspri, tetapi dia bukan aspri, tetapi dia adalah advokat yang sudah 14 tahun sah sebagai advokat. Dilantik sejak tahun 2005. Dia gelarnya insinyur dan sarjana hukum. Hampir tiap hari bersidang, menangani perkara-perkara pidana, perdata, di kepolisian, di kejaksaan dan di pengadilan.(*/Bos)